NABIRE - Dalam sambutan yang dikatakan Ketua Panitia, apt. Karunia Wicaksono, S.Farm, ketika melakukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Provinsi Papua Tengah, untuk membahas dan menetapkan program-program kerja daerah yang akan dilaksanakan oleh Pengurus Daerah (PD) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Papua Tengah, periode 2024-2026, yang dilaksanakan di Aula LPP RRI, Sabtu (12/5/2025).

Adapun tema yang diambil, yakni “Empowering One Another, satu komitmen untuk IAI yang produktif dan inovatif”. Tema ini merupakan tema pilihan yang panitia pilih karena memiliki makna yang sangat erat dengan dunia kesehatan pada saat ini.

Ada tiga poin utama yang ada pada tema kali ini, poin penting pada tema kali ini ‘Empowering One Another’, yang artinya saling merangkul satu sama lain.

"Untuk kita yang berprofesi di bidang kesehatan pastinya sudah mengalami banyak sekali perubahan yang disebabkan oleh terbitnya Undang-Undang Kesehatan terbaru Nomor 17 yang terbit di tahun 2023," ujarnya.

Dirinya menambahkan, terbitnya UU Kesehatan terbaru ini, sangat berdampak pada organisasi profesi termasuk IAI. Dimana terdapat banyak perubahan regulasi serta IAI tidaklah lagi menjadi organisasi yang wajib, untuk diikuti oleh setiap tenaga kesehatan yang berprofesi sebagai apoteker, sehingga ini menjadi tantangan tersendiri untuk IAI bisa tetap memiliki atensi yang besar dan tetap menjadi organisasi profesi yang menarik bagi setiap apoteker.

"Ikatan Apoteker Indonesia merupakan organisasi yang memiliki sistem aplikasi berbasis online bernama Sistem Informasi Apoteker (SIAp) yang sudah berjalan selama beberapa tahun dan terus berkembang mengikuti dinamika perubahan yang terjadi," pungkas ketua panitia.(edi)