NABIRE - Ikan Hiu Paus di Yaur, Nabire, satu-satunya hiu paus jinak di seluruh Indonesia. Demikian, kesan yang diungkap penyelam yang melakoni wisata bahari dengan menyelam bersama ikan Hiu Paus dari beberapa lokasi wisata bahari di Indonesia. Ternyata ikan Hiu Paus dari Nabire di Yaur paling jinak dibanding ikan hiu paus lainnya di Indonesia. Karena itupula, Hiu Paus Nabire di Yaur menjadi aikon wisata bahari dari Kabupaten Nabire. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadin Kebudpar) Kabupaten Nabire, Natus Gobai, S.Sos di ruang kerjanya, Senin (8/7) mengatakan penyelam yang pernah selam bersama dengan beberapa obtek wisata Hiu Paus di Indonesia, mereka menyatakan, hanya Hiu Paus Yaur yang jinak. Sedangkan Hiu Paus dari lokasi lain di Indonesia lainnya tidak jinak sehingga selam bersama Hiu Paus Nabire lebih nyaman. Kadinkebudpar, Natus mengatakan Hiu Paus dari Nabire di Yaur jinak karena masyarakat setempat selalu (rutin) memberi makan sehingga jinak dari pada Hiu Paus di tempat lain. Oleh sebab itu, wisata bahari, menyelam sambil bermain dengan ikan Hius Paus di Yaur lebih aman dan asyik dibanding dengan selam bersama ikan Hiu di tempat lain. Untuk melayani wisatawan dari luar Nabire khususnya untuk wisata Bahari, menyiapkan penyelam-penyelam lokal dengan memberikan pelatihan tingkat pemula. Untuk itu, pelatihan pemula tingjat I sudah dilaksanakan 2016 lalu dan penyelam pemula tingkat II akan dilaknasanakan juga dalam waktyu dekat imi. Ketika ditanya berapa ekor ikan Hiu Paus di Yaur, Natus mengatakan sudah ada 59 ekor yang dijaga masyarakat setempat. Kepada wisatawan yang tertarik dengan wisata bahari di Yaur, sudah bisa bermain dengan 50 ekor Hiu Paus di Yaur. Menyinggung kemungkinan di luar dugaan, tindakan yang bisa mengganggu habitat ikan Hiu Paus di Yaur, Natus mengatakan pemerintah daerah melalui Dinkebudpar Nabire sudah menjalin kerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dan joint dengan Konservasi Cagar Alam Teluk Cenderawssih bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan melibat masyarakat lokal sebagai pengelola teknis di kawasan obyek wisata bahari, Yaur. (ans)