NABIRE – Sekretaris Bada Pelayanan Pajak dan Retrubusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Nabire, Fatmawati menyebutkan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018 sebesar Rp 28 milyar lebih, per September baru terdapat 13 Milyar lebih.“Sampai September, PAD yang terkumpul baru mencapai 13 milyar lebih dan target kita, desember pasti gtercapai,” ujar Fatmawati saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/10).Menurutnya, dari target 28 milyar, 18 milyar merupakan PAD murni yang dikelola BPPRD. Sementara 10 milyar lainnya berasal dari Badan Layanan Umum Daerag (BLUD), RSUD Nabirre.“Target sebenarnya dari kita murni PAD 18 milyar. Sedangkan 10 millyarnya dari BLUD. itu tidak setor ke BPPRRD, tetapi hanya laporannya sementara setoran langsung ke Keuangan,” jelasnya.Lanjutnya, pihaknya mengalami kendala ketika turun dilapangan. Selain kurang personil, terbatasnya penganggaran operasionalserta tidak adanya operasional kendaraan.“Padahal kawasan bukan hanya di dalam kota tetapi lebih banyak diluar kota seperti distrik uwapa dan wami,” katanya.Sehingga yang dilakukan pihaknya saat ini adalan menunggu wajib pajak untuk membayar. tapi kata dia, sambil menunggu, SPPDnya sudah disebarkan.“Kita kirim melalui kepala-kepada kampung, sementara untuk wilayah perkotaan kita sudah langsung ke tangan yang bersangkutan,” tuturnya.Dia berharap kepada para wajib pajak agar segera dan sadar untuk membayar pajaknya. Jangan sampai tertunda sebab bila tertunda makanakan dikenkan denda 2 persen.“Pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah itu berasal dari pajak, mka butu kesadaran dalam melunasi pajak,” harapnya.Seorang pengusaha warung makan, Ningsih mengatakan dirinya sangat antusias dalam membayar pajak.“Saya tidak pernah molor kalau bayar, takut kena denda,” katanya. (pas)