NABIRE - Untuk menghindari terjadinya pendaftaran dobel di dua atau tiga sekolah, SMAN 3 dan SMAN 1 Nabire akan menggelar tes masuk secara bersamaan pada tanggal 21 hingga 23 Juni 2022 mendatang.

Pada tanggal 28 Mei hingga 4 Juni 2022, SMAN 3 Nabire telah membuka pendaftaran secara online. Dan hingga saat ini ada 521 peserta lulusan SMP/MTs pada tahun pelajaran 2021/2022 yang telah mendaftarkan diri pada SMAN 3 Nabire.

Sementara kuota Rombongan Belajar (Rombel) yang disediakan pihak sekolah hanya 8 Rombel yang hanya bisa menampung 288 peserta murid baru. Dengan ketentuan perkelas bisa menampung 36 murid sesuai ketentuan Dapodik.

Dan pihak sekolahpun juga akan lebih memperhatikan sistim zonasi, prestasi dan perpindahan orang tua. Dengan pembagian kuota sistim zonasi 60%, prestasi 30%, perpindahan orang tua 10 % serta juga memberikan peluang bagi anak-anak asli putra dan putri Papua.

“Tentunya SMAN 3 juga inginkan adanya pelajar berprestasi dan membawa nama baik sekolah ini. Sehingga untuk jalur prestasi telah diberikan kuota 30%. SMAN 3 menerima murid baru tetap memperhatikan sistim zonasi, prestasi dan perpindahan orang tua. Serta memberikan peluang dan kesempatan yang putra dan putri asli Papua dengan presentasi 60% dan 40%,” kata Kepala Sekolah SMAN 3 Nabire, Titis Sulistiowati, S.Pd, M,Si kepada Papuapos Nabire, Kamis (9/6/22).

Tes pada tanggal 21 Juni dilaksanakan kegiatan tes tertulis. Sementara pada tanggal 22 Juni dilaksanakan kegiatan tes wawancara dan kegiatan tes pada tanggal 23 hanya khusus bagi anak berprestasi.

Dan pada kegiatan tes di hari pertama hingga hari terakhir dengan sendirinya akan diketahui dengan jelas. Karena dari 521 calon pelajar yang telah mendaftar di SMAN 3 tidak mungkin semuanya akan mengikuti tes, jika yang bersangkutan ada juga mendaftar di SMAN 1 Nabire.

Sekedar untuk diketahui, pada awal tahun pelajaran 2022/2023 ini SMAN 3 Nabire menggunakan tiga persyaratan utama untuk bisa masuk SMA N 3 Yakni sistim zonasi 60%, prestasi 30% dan perpindahan orang tua 10%.

Dan untuk jalur prsetasi yang diberikan kuota sebesar 30% itu, sesungguhnya SMAN 3 Nabire juga membutuhkan anak-anak yang berprestasi.  Sebab selaku kepala sekolah dan dewan guru juga mengharapkan sekolah ini berkembang lewat jalur prestasi. (des)