NABIRE – Vokal Group yang disajikan kaum muslimah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nabire ikut memeriahkan suasana pelayanan ibadah Natal oleh Yayasan Predestinasi Papua di Lapas Nabire pada Selasa (20/12) malam di lapangan olahraga Lapas Nabire. Menarik karena, vokal group Hijah Voice dengan lagu ‘Syukur’ tampil menggunakan busana muslimah berupa jilbab dalam ibadah Natal. Hijah Voice tampil di dalam ibadah tersebut sebagai bagian dari warga binaan Lapas yang mau menyatakan di dalam Lapas tidak ada perbedaan antar agama dan suku, yang ada hanya satu, senasib. Dan menjadi tradisi bagi Lapas Nabire sejak tiga tahun terakhir ini, tidak ada perbedaan setiap kali ada perayaan keagamaan, seperti Idul Fitri dan Natal.Ketua Yayasan Predestinasi Papua, Fidel Patrouw, SE menyampaikan terima kasih kepada Lapas yang memberikan ruang kepada yayasan untuk memberikan pelayanan kepada warga binaan. Yayasan ingin membagi kasih kepada sesama di sekitar kita.Fidel menambahkan, yayasan memilih sebagai tempat pelayanan pada masa Natal ini karena yayasan menyadari warga binaan di Lapas tidak mungkin ikut merasakan kebahagiaan dan suka cita Natal bersama keluarga, tidak mungkin merayakan Natal bersama-sama dengan keluarga. Ketika keluarga dan orang lain merayakan Natal, bagian dari keluarga kita yang lain berada di balik terali besi. Oleh sebab itulah, yayasan mau membagi kasih kepada sesama kita yang tidak akan merayakan Natal bersama keluarga melalui natal bersama antara yayasan dan Lapas Nabire. Fidel pada kesempatan itu, memberikan dukungan moral kepada wargaan binaan agar berbesar hati dan menyiapkan diri menatap masa depan untuk mengubah dirinya seperti orang lain di luar. Ia mengingatkan warga binaan yang menghuni Lapas Nabire juga punya kesempatan yang sama, tidak ada perbedaan dihadapan mata Tuhan. Setiap orang diberikan kesempatan yang sama untuk menentukan dan merubah nasibnya sendiri. Sekalipun pernah menghuni Lapas, tetapi ketika ada niat baik dan mau merubah diri yang lebih baik. Kesempatan itu, kata Fidel, terbuka dan bisa berubah yang lebih baik dari sekarang. Oleh sebab itu, ia mengajak warga binaan berbesar hati untuk merubah nasib diri sendiri setelah selesai menjalani pembinaan di Lapas.Sementara itu, Pdt H Sinaga dalam khotbahnya mengingatkan peristiwa Natal itu membawa suka cita yang besar dan suka cita ada setiap saat selama kita hidup. Pesta Natal yang kita rayakan setiap tahun untuk memperingati suka cita besar yang kita terima melalui Kelahiran Kristus Tuhan. Oleh sebab itu, hendaknya kita terus bersuka cita di dalam kehidupan sehari-hari.Kepala Lapas Kelas II B Nabire, Yosef Yembisa mewakili keluarga besar Lapas menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Predestinasi Papua yang memberikan pelayanan kasih kepada wargaan binaan khususnya dan keluarga besar Lapas.Yembise menambahkan, tampilnya Hijah Voice pada ibadah Natal mencerminkan adanya kerukunan agama di dalam Lapas dan tidak ada perbedaan antara satu sama lainnya.Ibadah Natal Yayasan Predentinasi Papua dan lapas Nabire dimaknai dengan penyelaan lilin Natal yang pertama oleh Kalapas, Yosep Yembise, perwakilan warga binaan, Ketua Yayasan Predentinasi, Fidel Patrouw dan pengurus yayasan lainnya. (ans)