NABIRE - Setiap 3 Desember adalah hari yang istimewa bagi komunitas disabilitas seluruh dunia, dimana tanggal tersebut diperingati sebagai ‘Hari Disabilitas Internasional (HDI)’. Salah satu yang ikut memperingati HDI tersebut ialah Yayasan Difabel Nabire, Provinsi Papua Tengah. 

Adapun peringatan tahun ini dirayakan dengan semangat tinggi di berbagai lokasi. Maria Yetiasaputri Kapitarauw, S.Sos., M.M., AWP, yang merupakan salah satu tokoh penggerak kebangkitan Disabilitas Nasional di Indonesia.

Dalam pidatonya penuh inspirasi, ia menyampaikan ‘Salam Inklusi’ dengan semangat yang kuat serta menyerukan pentingnya kesetaraan, penghormatan dan partisipasi penuh bagi setiap penyandang disabilitas.

Ia menambahkan bahwa 3 Desember bukan hanya sekedar perayaan seremonial, tetapi merupakan momentum krusial untuk melakukan refleksi dan meneguhkan kembali komitmen bersama.

Maria menegaskan dalam pidatonya tersebut, untuk menyoroti kemajuan yang telah dicapai, sekaligus menantang semua pihak baik dari pemerintah, masyarakat maupun komunitas disabilitas sendiri untuk terus berjuang demi akses yang lebih baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja.

"Hari ini adalah hari yang istimewa untuk kita. Ini harus menjadi motivasi bagi setiap penyandang disabilitas untuk bangkit, berkarya dan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai mimpi. Mari kita jadikan peringatan HDI ini sebagai titik tolak untuk menjadi lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang," ujar Maria dalam perayaan HDI di SLB Matahari bersama anggota dan anak-anak Binaan Yayasan Difabel di Sekretariat Perumahan Kelapa Dua Blok G6 Nabire, Provinsi Papua Tengah, Rabu (3/12/2025) lalu.

Kehadiran dan pesan Maria, yang selama ini dikenal sebagai inspirator dan inovator pejuang pendidikan melalui Sekolah Luar Biasa (SLB) Matahari Sekolah Inklusi Matahari (PAUD, TK, SD) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mudamudi Papua Hebat serta Tokoh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dengan penuh semangat, ia juga menyampaikan untuk Cafe Difabel agar mendapat sambutan hangat dan menjadi suntikan energi positif bagi seluruh hadirin. Maria juga menegaskan bahwa semangat inklusi harus terus menjadi denyut nadi pembangunan di Papua Tengah.(edi)