NABIRE - Kejuaraan Bulutangkis Papuapos Super Series ke-IV Kabupaten Nabire tahun 2024 telah berakhir Minggu, 18 Agustus 2024 malam kemarin.


Data dihimpun media ini, untuk mempertandingkan ganda putra dan ganda campuran telah menuju partai akhir kejuaraan, partai final katagori ganda mix. Josephin-Vano perwakilan dari PB Rajawali Versus Kusmayadi-Narti, perwakilan dari PB Pratama set pertama dimenangkan oleh pasangan Vano dan Josephin dengan poin 21 dan 19 samapai di akhir permainan set yang kedua dimenangkan oleh Vano dan Josephin dengan poin 21 dan 12.


Katagori kelas veteran, set pertama dimenangkan oleh pasangan Suroso-Anca, dengan poin 21 dan 19. Set kedua dimenangkan oleh pasangan Haryono-Rais dengan poin 21 dan 19. Sampai set yang ketiga dimenangkan oleh Haryono dan Rais dengan poin 21 dan 18.


Kemudian final ganda putra B, Dwi-Sahrir Vs Indra-Idan, set pertama dimenangkan oleh pasangan Indra dan Idan dengan poin 21 dan 17. Set kedua juga dimenangkan Indra dan Idan dengan poin 23 dan 21.


"Alhamdulillah pada malam ini sudah menyelesaikan kejuaraan Bulutangkis Papuapos Super Series IV. Ini merupakan kegiatan rutin kami yang Insyallah akan diselenggarakan setiap tahunnya," kata Edi Muryono, saat diwawancarai media Papuapos Nabire, di Gedung Olahraga (GOR) Kotalama, Minggu (18/08/2024).


Edi Muryono selaku panitia mengatakan anggaran yang dikeluarkan oleh PB Papuapos kurang lebih sekitar Rp35 juta. Dana tersebut terkumpul dari sponsor dan pendaftaran peserta.


"Harapan kami untuk kedepannya mudah-mudahan lebih baik dari yang sekarang, dan mudah-mudahan lebih banyak peserta yang mendaftar agar lebih meriah kedepannya," ucapnya. Ia juga sampaikan total hadiah yang disediakan untuk sang juara berjumlah Rp19.500.000.


Tanggapan dari sang juara kelas veteran, tentang diadakan Papuapos series ini, ia menyampaikan ini adalah event yang sangat bagus. Artinya semua kalangan bisa menikmati dari usia remaja, dewasa khusunya yang veteran. "Kita mempunyai motivasi bahwa yang muda juga bisa, jadi semua harus bisa," ucap sang juara satu kelas veteran.


Harapan dari sang juara kelas veteran khusus di Papua Tengah ini. Masih kekurangan kompetisi, hanya bisa melakukan satu sampai dua kali dalam setahun. Mungkin ada bantuan dari pihak swasta, bisa maju dengan adanya banyak kompetisi. Masalahnya sekarang kurang adanya penyelenggara jadi tidak ada kompetisi yang rutin.


Lanjutnya, keinginan dari sang juara satu veteran, dalam satu tahun bisa mengadakan empat kali kompetisi supaya dapat berprestasi. "Sepanjang masih sehat harus berkompetisi, umur hanyalah angka tapi semangat harus ada, juga di Nabire banyak bibit yang bisa dibina di luar Nabire supaya bisa berprestasi ke tingkat yang lebih tinggi," pungkasnya.(sam)