NABIRE - Kamis (17/4/25), yang merupakan hari kedua kegiatan penyusunan KLHS - RPJMD di Kabupaten Nabire, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau perwakilan yang diutus dinas di masing-masing SKPD bersama tim ahli melaksanakan pengisian kertas kerja penyusunan dokumen KLHS.

Pantauan media ini, di Aula Bappeda pada pukul 10.30 WIT, panitia mulai melakukan pengecekan para pimpinan OPD atau perwakilan yang diutus.

Dikatakan Prof. Abdullah Said dari Universitas Brawijaya mengatakan, pihaknya mengharapkan kepada peserta untuk memberikan data riil, lantaran bila tidak memberikan data yang riil akan mempengaruhi penyusunan KLHS dan RPJMD lima tahun mendatang.

Penyusunan KLHS ini sangat amat penting dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat di kota ini, sehingga dapat memberikan data kondisi riil yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang mengalami kesulitan atau apa saja itu sebagai laporan atau data kepada pihak penyusun selanjutnya.

Agar tujuan pembangunan berkelanjutan daerah memberikan arah bagi KLHS-RPJMD untuk mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Pemerintah daerah menyusun KLHS- RPJMD dalam rangka mewujudkan RPJMD sesuai dengan prinsip berkelanjutan. Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah dikoordinasikan Mendagri.

Rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah.

Analisis sistematis menyeluruh dan partisipatif yang menjadi dasar untuk mengintegrasikan tujuan pembangunan berkelanjutan ke dalam dokumen RPJMD.

Selanjutnya, OPD yang hadir ikut kegiatan hari kedua akan dilaksanakan terkait pengisian kertas kerja penyusunan dokumen KLHS agar mendapatkan pendamping dari tim ahli dapat koordinasi, konsultasi bersama untuk memberikan pencerahan kepada masing-masing OPD yang telah berkoordinasi dan konsultasi kepada tim ahli.

Setelah selesai, dilanjutkan makan siang bersama sambil duduk diskusi menunggu waktu penutupan. Kegiatan dimaksud selama dua hari, yakni hari Rabu (16/4/25) dan Kamis (17/4/25) dapat terlaksana dengan baik, aman terkendali.(modes)