NABIRE – Juru bicara tim gugus tugas penanganan Covid–19 Kabupaten Nabire, dokter Frans Sayori mengatakan, tim medisnya Selasa (16/06/2020) hari ini akan melakukan rapid test terhadap 500 orang.

“Besok kami rapid test lagi untuk 500 orang,” kata dokter Sayori saat ditemui di sela–sela kesibukannya di Posko Covid-19 Kabupaten Nabire, Senin (15/06/2020) kemarin.

Menurutnya, rencana 500 rapid test diperuntukan bagi masyarakat secara umum dengan beberapa persyaratan. 

Diantaranya, belum pernah diperiksa dalam rapid test, diprioritaskan masyarakat yang mempunyai kemungkinan kontak langsung dengan orang banyak secara langsung, pelaku perjalanan keluar Nabire, menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan menyerahkan satu lembar foto copy disertakakan nomor HP.

Persyaratan lainnya, membawa foto copy Kartu Keluarga (KK) bagi yang belum memiliki KTP, peserta rapid test akan dilayani berdasarkan nomor urut yang diberikan pada saat masuk melalui pintu gerbang.

“Jumlah yang akan dilayani sebanyak 500 orang berdasarkan ketersediaan rapid test dan sesuai tenaga medis. Jadi kami terima dari masyarakat umum,” tuturnya.

Dia berharap kepada masyarakat agar dapat melakukan rapid test demi menekan penyebaran virus Corona.

“Jangan takut, masyarakat bisa datang dan dilakukan test supaya kita tahu.

Kalau ada yang terpapat agar bisa dilayani.

Ini semata–mata untuk menekan angka penyebaran,” kata dokter Sayori. 

Senin Tak Ada Tambahan Kasus di Papua   Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua Silwanus Sumule mengungkapkan data perkembangan kasus Covid-19 untuk Provinsi Papua di hari Senin (15/6/2020) hingga Pukul 18:45 Wit tidak ada penambahan kasus.

“Untuk hari ini tidak ada penambahan kasus. Namun tidak adanya penambahan kasus disebabkan oleh karena pada hari Minggu kemarin (14/6/2020-red) pemeriksaan tidak dilakukan karena sebagian besar petugas kita beristirahat,” terangnya saat rilis harian perkembangan penanggulangan Covid-19 di Provinsi Papua malam ini.

Namun demikian untuk hari ini dari pagi hingga siang hari, ada pemeriksaan yang dilakukan di kabupaten/kota.

Namun dikarenakan datanya belum lengkap. Sehingga dengan demikian data hari ini akan dikumpulkan pada keesokan hari.

Akan tetapi di hari ini ada kabar menggembirakan bahwa ada tambahan 2 kasus pasien sembuh dari Kabupaten Boven Digul yang dirawat di RSUD Merauke.

Untuk itu dari Satgas Covid-19 Papua mengapresiasi kinerja petugas medis di RSUD Merauke sehingga 2 pasien dari wilayah adat Animha yang selama ini dirawat disana bisa sembuh.

Pada kesempatan itu Satgas Covid Papua juga memuji adanya kolaborasi kerja antar pemerintah daerah di wilayah Selatan Papua, dibawah koordinasi Dinkes Kab. Merauke sebagai kabupaten induk, sehingga penyebaran wabah disana bisa ditangani dan dikendalikan.

Pada kesempatan itu dr Sil sapaan akrabnya juga menyampaikan terkait Tim Satgas Provinsi Papua yang telah berangkat ke Wamena, terkait pemasangan Test Cepat Molekuler di Wamena.

“Teman-teman Satgas sudah ke Wamena tadi untuk aktifkan TCM di sana.

Jadi mungkin malam baru mereka bisa running dan kabarkan kepada saya,”ungkapnya.

Selain itu, kata Sumule, terdapat tambahan 5 kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yaitu 3 dari Kabupaten Merauke, Kota Jayapura 1 orang dan Kabupaten Jayawijaya 1 orang.

Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 149 orang yaitu Kabupaten Merauke 11 orang, Mimika 119 orang dan Puncak sebanyak 16 orang.

Dengan demikian, per 15 Juni 2020, jumlah orang positif covid di Provinsi Papua sebanyak 1.255 orang atau masih sama dengan hari Minggu kemarin.

Dimana 793 pasien sedang dalam perawatan, 447 orang dinyatakan sembuh, dan 15 orang meninggal dunia.

Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 3.331 orang dan Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 685. (pas/ist)