Harga Daging Sapi dan Bumbu Dapur Jadi Perhatian di Nabire Meski Inflasi Stabil

NABIRE - Kondisi inflasi di Kabupaten Nabire terpantau berada dalam level yang terkendali dan cenderung stabil berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi yang digelar Senin, 23 Februari 2026 lalu. Meskipun secara makro situasi ekonomi daerah dinilai aman, pemerintah daerah tetap mewaspadai pergerakan harga sejumlah barang kebutuhan pokok yang mulai merangkak naik di pasar-pasar lokal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP., M.Si, mengungkapkan fokus utama pengawasan saat ini tertuju pada komoditas daging sapi. Hingga kini, harga daging sapi di wilayah Nabire dilaporkan masih melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Hal ini menjadi catatan penting bagi instansi terkait untuk menjaga daya beli masyarakat.
Selain daging sapi, terdapat dua komoditas lain yang turut memberikan andil terhadap potensi inflasi bulan ini, yakni bawang merah dan telur ayam ras. Ketiga bahan pangan tersebut menjadi prioritas pemantauan karena fluktuasi harganya yang cukup signifikan dibandingkan dengan barang kebutuhan pokok lainnya yang masih relatif normal.
"Dalam monitoring lapangan, kami lebih fokus kepada tiga komoditi ini: daging sapi, bawang merah dan telur ayam ras. Ketiganya perlu mendapat perhatian khusus agar tidak memberikan tekanan yang lebih besar terhadap angka inflasi daerah," ujar Yasor Victor Sawo, saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Jumat (27/02/2026).
Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan ketat terhadap rantai pasok dan distribusi barang. Langkah ini diambil guna memastikan stok pangan tetap tersedia bagi warga dan menjaga agar stabilitas harga tetap terjaga hingga memasuki bulan-bulan mendatang.(sam)
Bagikan artikel ini



