Halal Bi Halal Guru Madrasah Se-Nabire
NABIRE - Halal bi halal guru-guru Madrasah seluruh Kabupaten Nabire. Momen halal bi halal ini dihadiri para guru madrasah dan siswa, bertujuan untuk saling memaafkan terhadap segala kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan, baik disengaja maupun tidak, selama satu tahun sebelumnya sehingga melewati Idul Fitri, diharapkan agar kesalahan-kesalahan tersebut akan dimaafkan oleh sesama manusia dan diampuni oleh Allah SWT.

NABIRE - Halal bi halal guru-guru Madrasah seluruh Kabupaten Nabire. Momen halal bi halal ini dihadiri para guru madrasah dan siswa, bertujuan untuk saling memaafkan terhadap segala kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan, baik disengaja maupun tidak, selama satu tahun sebelumnya sehingga melewati Idul Fitri, diharapkan agar kesalahan-kesalahan tersebut akan dimaafkan oleh sesama manusia dan diampuni oleh Allah SWT.
Demikian isi tausyiah disampaikan Ustadz M. Darwis, ketika ditunjuk sebagai pembawa hikmah halal bi halal. "Saya menemukan kesulitan besar, diacara halal bi halal dibanding dengan ketika diminta diacara-acara yang lain," kata kenapa karena halal bi halal itu kedengarannya islami, tetapi tidak ada literasi didalam Al-Qur'an maupun hadist.
Halal bi halal ini bertempat di Islamic Center, Jalan Merdeka, Kamis (9/5/2024). "Bolak-balik itu AlQur'an sampai 30 juz, 114 surat kata-kata halal bi halal itu tidak ada," katanya.
Darwis melanjutkan, penceramah itu tidak boleh menyampaikan hasil pikirannya ketika berceramah, tugas penceramah itu adalah penyambung lidah kebenaran Allah dan kebenaran Rasulullah, mengapa karena yang maha benar hanya Allah SWT.
"Kalau baca secara tekstual acara hari ini kita berhenti disini, karena secara tekstual tidak ada kata halal bi halal, kalau kita mau mengembangkan islam secara kontekstual, maka akan mendapatkan banyak sekali ayat-ayat dan hadist-hadist yang tidak bicara, tentang halal bi halal tapi muatannya apa yang kita laksanakan acara halal bi halal," ucapnya.
Dalam hal yang sama, Yafeth Iyai, S.Th menyampaikan, halal bi halal adalah waktu yang tepat untuk saling maaf-maafkan dan memperkuat ikatan persaudaraan, ini saat dimana kita dapat melepaskan segala kesalahpahaman dan memulai lembaran baru dengan hati yang bersih.
"Kita jadikan acara halal bi halal ini sebagai titik tolak untuk meningkatkan kerjasama dan harmoni antar umat beragama. Dengan demikian, bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi dunia pendidikan di Kabupaten Nabire," pungkasnya.(sam)
Bagikan artikel ini



