Hak OAP Tak Diakomodir untuk Tes CPNS !
NABIRE - Proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang telah berlangsung dan sampai pada tahap selanjutnya tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), namun peserta CPNS yang dirasa nilai R/L, adalah nilai yang menjamin untuk masuk, namun tidak dapat mengikuti test selanjutnya (SKB), padahal itu nilai yang luar biasa. Ada nilai yang 200-300, bahkan sampai ada nilai yang 400.

NABIRE - Proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang telah berlangsung dan sampai pada tahap selanjutnya tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), namun peserta CPNS yang dirasa nilai R/L, adalah nilai yang menjamin untuk masuk, namun tidak dapat mengikuti test selanjutnya (SKB), padahal itu nilai yang luar biasa. Ada nilai yang 200-300, bahkan sampai ada nilai yang 400.
Koordinator Aspirasi CPNS 2024, Jeri Nawipa, di pintu masuk Bandara lama Nabire, Senin (10/12/2024) mengatakan, pada prinsipnya ia menghargai proses negara yang sedang berjalan, ini tuntutan masyarakat Papua lebih khusus generasi muda, yang sudah menyelesaikan Pendidikan, tetapi hak-hak keaslian orang Papua tidak diakomodir.
"Diluar pulau Jawa itu beda, di sini daerah otonomi khusus jadi kami merasa tuntutan ini kami sampaikan, karena kekhususan orang asli Papua itu tidak menjadi jaminan bagi kami," ucapnya.

Dirinya menyampaikan aspirasi karena tau adat dan memahami denga berbicara dengan cara yang terhormat. Tuntunan yang dibawa pada hari ini adalah nilai R, adalah nilai yang menjamin untuk masuk tetapi tidak ikut test selanjutnya (SKB), padahal itu nilai yang luar biasa. Ada nilai yang 200-300 bahkan sampai ada nilai yang 400, itu kalau didapatkan oleh orang Papua luar biasa dan dapat dipuji.
Sekedar untuk diketahui, nilai R adalah nilai yang memenuhi peringkat terbaik menurut Keputusan Menpan RB nomor 350 tahun 2024. Hal tersebut dikarenakan, tidak diakomodadir di dalam CPNS, maka tuntutan yang melakukan aspirasi pada hari ini, adalah negara yang masih melakukan pembiaran Undang-Undang Otonomi Khusus (UU Otsus).
Daerah ini otonomi baru dan provinsi baru, seharusnya tahap pertama yang dimasukkan ialah orang asli Papua, nanti yang lain dilihat dulu teman-teman nusantara yang lain. "Karena kita tidak mungkin tes di Jawa, tidak mungkin kita mau tes juga di Kalimantan," ujarnya.
Tuntutan pada hari ini kurang lebih, 6.000 peserta tes CPNS 2024, yang nilainya mencapai angka terbaik tapi tidak diakomodadir, kurang lebih 100-150 orang yang mewakili aspirasi pada hari ini.
"Kami menyampaikan juga kepada BKD, kalau kerja di tanah Papua ini kerja jujur, karena ini tanah Injil yang diberkati oleh Tuhan, barang siapa yang melakukan sesuatu yang buruk dia akan mendapatkan tanda buruk dari tanda buruk yang baik dan kalau dia bekerja dengan jujur dia mendapatkan yang lain," ucapnya.
Dirinya menegaskan, kerja di tanah Papua ini untuk memberkati semua orang di tanah Papua, lebih khusus untuk orang asli Papua.

Keterangan dari koordinasi aspirasi, bahwa BKPSDM Provinsi Papua Tengah, telah menanggapi aspirasi tersebut. “Memang aspirasi ini kami akan teruskan. Tetapi kami tegaskan mau teruskan dan tidak, karena kalau mau tipu ini tanah Injil dan Injil yang akan berbicara," ucapnya.
Imbuhnya, di MRP telah disampaikan juga. “Aspirasi kami ke MRP sebagai lembaga kultur orang asli Papua, kami percaya MRP tapi kalau MRP yang tidak bekerja dengan jujur, MRP akan dapat akibat begitu juga dengan kami semua," pungkasnya.(edi)
Bagikan artikel ini



