NABIRE – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar Klinik Santo Rafael Nabire mendapat apresiasi dari para guru, orang tua, dan peserta didik. Kegiatan yang dipusatkan di Aula KSK Nabire, Sabtu (25/7/2026), dinilai memberikan edukasi penting tentang pendampingan anak di era digital, khususnya dalam mencegah kecanduan gadget.

Mengusung tema "Anak Nabire, Papua Tengah Sehat, Cerdas, Aman dan Berbudaya", kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD), didampingi para orang tua dan guru.

Perwakilan guru peserta, Maria Goreti Ghunu, yang juga Kepala SD Negeri Inpres Waroki, menyampaikan apresiasi kepada Klinik Santo Rafael Nabire atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan edukatif tersebut.

Menurutnya, materi mengenai pencegahan kecanduan gadget menjadi bekal yang sangat berharga bagi para guru dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Klinik Santo Rafael Nabire. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami sebagai orang tua bahwa penggunaan gadget harus benar-benar didampingi. Anak-anak memang hidup di era digital, tetapi mereka juga tetap membutuhkan waktu untuk bermain di luar, belajar, berinteraksi dengan keluarga dan teman-temannya agar tumbuh secara sehat, baik fisik maupun mental," ujarnya.

Salah satu agenda utama dalam peringatan HAN 2026 tersebut adalah penyampaian materi oleh dokter spesialis anak, dr. Suardi Dolok Saribu, Sp.A, dengan tema "Bebaskan Anak dari Kecanduan Gadget, Tips Mengatur Screen Time yang Sehat."

Dalam paparannya, dr. Suardi menjelaskan berbagai dampak penggunaan gadget secara berlebihan terhadap tumbuh kembang anak, mulai dari gangguan kesehatan mata, kualitas tidur, kemampuan berkonsentrasi, hingga perkembangan sosial dan emosional. Ia juga memberikan panduan praktis kepada para orang tua untuk membangun pola penggunaan teknologi yang sehat di lingkungan keluarga.

Maria Goreti menilai, kegiatan seperti ini memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar seremoni peringatan Hari Anak Nasional. Menurutnya, persoalan penggunaan gadget merupakan tantangan nyata yang kini dihadapi hampir seluruh keluarga.

Ia mengatakan, materi yang disampaikan narasumber memberikan pemahaman baru bahwa peran orang tua tidak hanya membatasi penggunaan gadget, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun kebiasaan digital yang sehat di rumah.

"Saya mendapat banyak pelajaran hari ini. Orang tua ternyata tidak cukup hanya melarang anak bermain gadget, tetapi juga harus mampu menciptakan aktivitas lain yang menyenangkan seperti mengajak anak membaca, berolahraga, bermain bersama, atau berdiskusi. Dengan begitu, anak tidak bergantung pada gadget sebagai satu-satunya hiburan," katanya.

Maria berharap kegiatan edukatif serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak sekolah serta komunitas di Kabupaten Nabire.

"Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Semakin banyak orang tua yang mendapatkan edukasi, maka semakin besar peluang kita melahirkan generasi anak Papua Tengah yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu menggunakan teknologi secara bijaksana. Terima kasih kepada Klinik Santo Rafael Nabire yang telah menghadirkan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kami dan anak-anak," ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari peserta didik. Salah seorang siswa SD Negeri Inpres Waroki, Indri Rumbewas, mengaku senang dapat mengikuti rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional.

"Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan Hari Anak Nasional karena bukan hanya mengikuti lomba, tetapi juga mendapatkan teman baru dan bisa belajar banyak," ujar Indri.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Klinik Santo Rafael Nabire tidak hanya menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun pola pengasuhan yang sehat di era digital.

Edukasi mengenai penggunaan gadget secara bijak diharapkan menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi Papua Tengah yang sehat, cerdas, berkarakter, tangguh secara mental, serta mampu memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab. (luk)