Gubernur Papua Tengah Kunker ke Deiyai, Bupati Melkias Mote Usulkan Program Prioritas

DEIYAI – Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki F. Nawipa, melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) dua hari ke Kabupaten Deiyai, dari Jumat (07/11/25) hingga Sabtu (08/11/25). Kunjungan ini dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Kabupaten Deiyai untuk menyampaikan secara langsung sejumlah usulan program prioritas.
Dalam sambutannya, Bupati Deiyai, Melkianus Mote, menyambut hangat Gubernur Nawipa dan menekankan keunikan sekaligus tantangan yang dihadapi daerahnya.
“Dari delapan kabupaten di Papua Tengah, kami di Deiyai ini merupakan daerah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang minim,” jelas Bupati Mote.
Menanggapi kondisi keterbatasan anggaran tersebut, Bupati Melkianus Mote langsung mengajukan serangkaian program prioritas, yang disusun berdasarkan kebutuhan mendesak dari perwakilan lima distrik, langsung kepada Gubernur Meki Nawipa.
Usulan-usulan yang disampaikan mencakup berbagai sektor penting, menunjukkan keragaman kebutuhan masyarakat Deiyai. Yang pertama kebutuhan vital akan air minum bersih yang layak dan memadai untuk masyarakt di Distrik Tigi.
Kemudian Bupati Mote juga mengusulkan kebutuhan masyarakat Distrik Tigi Timur meminta bantuan untuk penyelesaian pembangunan Gereja Katolik Induk, Paroki Damabagata, yang telah diusahakan umat sejak lama.
Dan yang terakhir untuk Distrik Tigi Barat terdapat dua usulan, yakni permohonan dukungan untuk Sekolah Kristen Induk (SMPTK Troutman) di Gakokebo serta pembangunan dan peningkatan ruas jalan dengan status jalan Provinsi, yaitu Gakokebo – Debei hingga masuk Kampung Puweta Distrik Kamuu Selatan, Dogiyai.

Bupati Mote juga secara khusus menyoroti kondisi dua distrik yang aksesnya masih sangat terbatas, yakni Kapiraya dan Bouwobado, di Distrik Kapiraya Pemda Deiyai telah memulai pembangunan jalan sepanjang 1 KM, Kokobaya – Epeiyako dan membutuhkan dukungan provinsi untuk melanjutkan 50 KM hingga ke Kapiraya dan di Distrik Bouwobado Pemda Deiyai sudah membangun jalan sepanjang 9 KM, namun membutuhkan 14 KM lagi untuk selesai.
“Untuk dua distrik ini Kapiraya dan Bouwobado masyarakat selalu jalan kaki dan bahkan harus menggunakan pesawat. Kami butuh bantuan dari provinsi untuk membuka akses dua distrik ini,” pinta Mote.
Selain infrastruktur, Bupati Deiyai juga meminta Gubernur Papua Tengah untuk segera memfasilitasi koordinasi dengan Kabupaten Mimika dalam rangka penyelesaian isu tapal batas yang hingga kini belum tuntas.
Menutup sambutannya, Bupati Mote memberikan dukungan moral dan doa kepada Gubernur: “Bapak Gubernur tidak sendiri. Kami seluruh warga Deiyai berada di belakang bapak. Doa kami selalu bersama bapak dalam tugas,” pungkas Bupati Mote.
Di sela-sela kunjungannya, Gubernur Papua Tengah Meki F. Nawipa juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung Gereja Katolik Paroki Damabagata dan RS Pratama Waghete.(pal/hbb/you)
Bagikan artikel ini



