Gubernur Papua Resmikan Mimika Sport Complex
Timika - Keseriusan Pemkab Mimika indalam membangun olah raga, dibuktikan dengan membuat kompleks pusat olah raga atau Mimika Sport Complex dikawasan seluas 40 hektar, yang terletak di SP 2 Distrik Mimika Baru (Miru) – Kab. Mimika. Pembangunan kawasan olahraga yang nanti
Bagikan
Timika - Keseriusan Pemkab Mimika indalam membangun olah raga, dibuktikan dengan membuat kompleks pusat olah raga atau Mimika Sport Complex dikawasan seluas 40 hektar, yang terletak di SP 2 Distrik Mimika Baru (Miru) – Kab. Mimika.
Pembangunan kawasan olahraga yang nantinya untuk stadion atletiknya akan setara dengan Stadion Madya di Senayan – Jakarta. Pembangunan yang menelan biaya sekitar 25 juta US$ atau hampir Rp. 250 milliar itu, dengan memakan waktu pembangunan selama 18 bulan. Gubernur Papua Lukas Enembe bersama Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Rozik Soetjipto dan juga Bupati Mimika Abdul Muis melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya secara resmi pembangunan kawasan olahraga yang nantinya juga akan dipakai, apabila Papua menjadi tuan rumah PON 2020. Dalam laporannya Ketua Panitia pembangunan Richard Moar menjelaskan pembangunan kawasan ini dimulai dari hasil pembicaraan antara Pemkab Mimika dan pihak PT Freeport Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi olahraga di kabupaten Mimika dan terlebih khusus untuk Papua. Berdasarkan hal inilah dibuat nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada tanggal 20 Maret 2013. Pada saat itulah lahir Mimika Sport Complex. Dijelaskannya kawasan ini di desain oleh Baskoro Corporate. Dimana perusahaan ini telah mendesain fasilitas umum lainnya di Indonesia. Dalam desain ini telah diadopsi thema Papua sebagai kearifan local. Pertemuan intensif terus dilakukan antara Baskoro Corporate dengan pihak PT Freeport Indonesia dan Pemda dalam mendesain fasilitas ini, dimana telah dipublikasikan dalam Asian Architecture Magazine sebagai karya yang berkualitas. Fasilitas utama dari kompleks ini adalah stadion tertutup, lapangan atletik, fasilitas training dan juga asrama. Dalam stadion Indoor terdapat areal lapangan basket, badminton dan tribun yang dapat memuat 4000 orang, kemudian kantor KONI dan fasilitas komersial lainnya. Selain itu juga khusus untuk lapangan atletik dilaporkan merupakan stadion atletik yang terbaik dengan delapan jalur lari dan lapangan standar internasional untuk cabang – cabang olahraga atletik lainnya dengan 950 penonton. Dijelaskan lagi oleh Richard khusus untuk fasilitas training ada fitness center. Lapangan latihan untuk lari jangka pendek. Untuk asrama dimana dua asrama untuk pria dan wanita dengan kapasitas 100 atlit dan fasilitas rekreasi. Untuk pembangunan ini, menurutnya 14 perusahaan telah berpartisipasi dalam tender konstruksi, yang mana dua BUMN dan dua kontraktor nasional. Sebagai pemenang adalah PT Pembangunan Perumahan menjadi fasilitas untuk pemenang ini. Kemudian PT Paramamitra Widya yaitu perusahaan konsultan besar yang berpengalaman dalam mengelola proyek besar di Indonesia, akan mengelola proyek ini. “Adalah kehormatan bagi PT Freeport Indonesia untuk menjadi bagian dalam acara peletakan batu pertama proyek ini,”pungkasnya.
Bagikan artikel ini



