Gubernur Nawipa : Papua Tengah Tidak Bisa Menunggu Sampai Tahun 2030, Kita Harus Bergerak Sekarang

NABIRE - Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa,S.H telah menandatangani kesepakatan bersama Deklarasi Eliminasi Malaria di Provinsi Papua Tengah.
Dalam sambutannya Gubernur Meki Nawipa mengatakan, malaria adalah penyakit yang tidak hanya mengancam kesehatan. Tetapi juga menghambat masa depan pembangunan, khususnya di Tanah Papua.
Data Sistem Informasi dan Surveilans Malaria (SISMAL) menunjukkan lebih dari 93% kasus malaria di Indonesia terjadi di Tanah Papua. Dan Papua Tengah mencatat hampir 170 ribu kasus pada tahun 2024. Ini adalah angka yang sangat serius.
Ia menambahkan,yang lebih memprihatinkan, kasus ini juga terjadi pada ibu hamil dan anak-anak Balita, yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa. Malaria yang menyerang mereka dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, anemia berat, bahkan kematian janin.
" Ini adalah ancaman nyata terhadap kualitas SDM Papua ke depan," ujar Meki.
Lanjutnya, Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan target nasional eliminasi malaria pada tahun 2030, sebagaimana tercantum dalam Permenkes Nomor 22 Tahun 2022.
Meki juga menegaskan bahwa Papua Tengah tidak bisa menunggu sampai 2030 untuk bertindak. "Kita harus bergerak sekarang," ungkanya
Deklarasi hari ini adalah tonggak sejarah, bersama para bupati, bersama para mitra pembangunan, bersama seluruh elemen masyarakat, mendeklarasikan komitmen eliminasi malaria dari seluruh pelosok Papua Tengah, dari gunung hingga pesisir, dari kampung ke kampung.
Meki juga mengajak seluruh kepala daerah untuk memasukkan penanggulangan malaria sebagai prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah masing-masing.
"Kita butuh tindakan nyata, yaitu penyediaan dalam perencanaan pembangunan daerah masing-masing," ungkapnya
Dirinya mengajak semua pihak untuk mewujudkan Papua Tengah yang sehat. Dirinya juga mengajak untuk menuntaskan malaria, agar anak-anak tumbuh cerdas, ibu-ibu tetap sehat, dan masyarakat dapat hidup lebih produktif.
"Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, saya percaya bahwa Papua Tengah mampu menjadi provinsi yang bebas malaria lebih cepat dari target nasional," ujarnya.(rob)
Bagikan artikel ini



