Gubernur Minta Pasar Skouw Ditata Rapih
Jayapura,- Pasar permanen di Perbatasan Skouw adalah salah satu pasar tradisional percontohan, tentunya menjadi sebuah peluang besar bagi pemerintah Provinsi Papua secara khusus bagi Pemerintah Kota Jayapura, sehingga penting sekali diperhatikan dalam hal penataan pasar aga
Bagikan
Jayapura,- Pasar permanen di Perbatasan Skouw adalah salah satu pasar tradisional percontohan, tentunya menjadi sebuah peluang besar bagi pemerintah Provinsi Papua secara khusus bagi Pemerintah Kota Jayapura, sehingga penting sekali diperhatikan dalam hal penataan pasar agar lebih rapih, teratur, bersih, nyaman dan aman serta berkeadilan bagi seluruh pihak yang terkait dengan keberadaan pasar ini.
Hal itu sebagaimana disampaikan Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Papua, Septinus Hamadi, pada kegiatan Christmas Trade Fair Tahun 2013, di Wutung Distrik Muaratami, Selasa (16/12) kemarin.
“Saya ingin menyampaikan secara khusus bagi pedagang asli Papua yang telah mendapat tempat di pasar ini agar segera memanfaatkannya, karena ini merupakan suatu peluang bagi saudara sekalian untuk dapat meningkatkan taraf hidup,tegasnya.
Pasar Skouw mulai dibangun pada 2011 dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui tugas pembantuan sebesar Rp10 miliar, dan dibangun di atas lahan seluas 3,25 hektar dengan luas bangunan sebesar 2.300 meter persegi.
Pasar di perbatasan Skouw, Papua, bukan pasar biasa. Mayoritas pembeli dari Papua New Guinea, omset capai 3,8 miliar per bulan
Pasar Skouw yang merupakan pasar percontohan kedua di Jayapura, Papua, diharapkan bisa mendorong ekspor Indonesia ke Papua New Guinea (PNG) karena letaknya yang strategis dan dekat dengan perbatasan.
"Pasar ini sangat strategis, mengingat lokasinya berada di antara perbatasan Indonesia dan PNG, diharapkan dengan penataan dan pengelolaan yang baik dapat meningkatkan ekspor produk dalam negeri ke negara tetangga tersebut," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, ketika meresmikan pasar tersebu awal tahun lalu.
Gita mengatakan bahwa jika pasar itu ditata dengan bersih, nyaman dan aman serta pengelolaan manajemen yang baik, tidak menutup kemungkinan untuk menarik warga negara PNG berbelanja di Indonesia.
Nilai transaksi yang dihasilkan Pasar Skouw itu kurang lebih sebesar Rp60 miliar dan mayoritas pembeli di pasar tersebut adalah penduduk Vanimo dari Provinsi Sundaun, wilayah perbatasan Indonesia dengan PNG.
"Selain mendorong peningkatan ekspor nasional, tentu akan menggerakan roda perekonomian daerah yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya," tambah Gita.
Bagikan artikel ini



