Gubernur Bilang Papua Tengah Kurang Guru, Uswim Nabire Siap Jawab Kekurangan Guru

NABIRE - Belum lama ini tepatnya pada 14 Juli 2025 lalu, Gubernur Provinsi Papua Tengah, Fritz Meki Nawipa, pada acara pelantikan Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) Nabire, Petrus Tekege, SH.,M.Hum, dalam sambutannya Meki Nawipa mengatakan untuk saat ini Provinsi Papua Tengah kekurangan tenaga guru.
Menjawab hal tersebut, Senin (28/07/2025), Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uswim Nabire, Martinus Tekege, S.Pd.,MT, saat ditemui Papuapos Nabire di ruang kerjanya mengatakan, semenjak tahun 2004 silam Uswim Nabire telah menghadirkan dua Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Matematika dan Prodi Bahasa Inggris.
Dan untuk menjawab sambutan Gubernur Papua Tengah soal kekurangan tenaga guru, untuk saat ini dan ke depannya Uswim Nabire telah siap untuk mencetak sarjana–sarjana pendidikan yang berkwalitas dan telah diperjuangkan untuk tahun 2025 akan hadir lagi Prodi baru, yaitu Program Profesi Pendidikan Guru (PPPG) di Uswim Nabire.
Dimana, PPPG ini akan dilanjutkan dengan kerja sama antara Uswim Nabire dan Universitas Muhammadiyah Sorong Provinsi Papua Barat, sehingga untuk saat ini Uswim Nabire lagi menyusun proposal kerja samanya dan selanjutkan akan disampaikan secara langsung ke Universitas Muhammadiyah Sorong lewat LLDikti wilayah 14 Papua.
Sehingga diharapkan dengan kehadiran program ini akan mencetak guru-guru yang sangat professional, baik itu guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun guru–guru non-PNS. Karena diharapkan dengan ketersediaan guru professional akan menjawab kekurangan tenaga guru di 8 kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah.
Sebagai dosen FKIP yang baru saja dipercayakan menjabat Dekan FKIP di Uswim Nabire juga telah menilai, bahwa pembagian guru secara merata di seluruh sekolah yang ada di daerah ini tidak merata antara sekolah yang ada di gunung dan pesisir kepulauan dan juga antara sekolah dalam kota dan pinggiran.
Untuk itu, dengan hadirnya FKIP di Uswim Nabire, tentunya sebagai dekan dan para dosen hanya membutuhkan kerja sama dan perhatian serius dari pemerintah 8 kabupaten dan juga Pemerintah Provinsi Papua Tengah, karena dengan kerja keras Uswim Nabire semata–mata hanya untuk kepentingan bersama.
Sebab, selaku dekan telah mengetahui dengan pasti dan benar, pihak pemerintah dan pihak yayasan telah membangun sekolah di mana-mana dan semua sekolah ada murid dan siswa/siswi, tetapi faktanya tidak ada guru, sehingga untuk menjawab kerinduan gubernur soal kekurangan tenaga guru, selaku dekan akan bekerja secara maksimal untuk menghadirkan PPPG agar melahirkan guru professional.(des)
Bagikan artikel ini


