Gubernur Ajak Bangun Batu Karang Teguh di Papua Tengah

NABIRE - Bertempat di Ballroom Papua Tengah, Rabu (30/7/25), Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H, membuka kegiatan Seminar Diskusi Inisiasi Pendirian Universitas Negeri di Papua Tengah dan hal tersebut merupakan momen yang sangat penting dan bersejarah bagi Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Meki Nawipa mengatakan, para akademisi dari perguruan tinggi se-Papua Tengah hari ini hadir untuk membicarakan dan berdiskusi tentang inisiasi pendiri pendirian universitas negeri di Papua Tengah.
Ini bagian dari momen terpenting untuk kita meletakkan fondasi dan ini bagian dari terpenting yang selama ini. Saya bicara bahwa kita bukan pewaris, tapi perintis," ujarnya.
Lanjutnya, meletakkan batu karang yang teguh untuk anak-anak di negeri ini akan maju jadi pemimpin. Saya melihat bahwa pendidikan tinggi ini kita kadang-kadang berpikir di Jawa itu yang bagus, di Amerika yang bagus. Bapak/ibu hari ini saya mau sampaikan dulu itu di Amerika bagus, hari ini Amerika rusak, katanya.
Kalau kita bisa buat di Papua, kita bisa buat di Mimika. Kita bisa buat di Deiyai, Dogiyai, Puncak Jaya, Puncak dan Intan Jaya, Paniai. Universitas yang berkarakter lokal tetapi punya ilmu yang luar biasa. Kita tidak kehilangan budaya tapi juga kita tidak terpengaruh dengan budaya lain. Dulu di California itu luar biasa. Hari ini Cina lebih bagus daripada California. Banyak kejahatan, menurutnya.
Kadang-kadang, tambahnya, kita berpikir mau kirim orang belajar ke luar negeri. Tapi yang saya mau sampaikan, bahwa belum tentu beberapa kemarin malam saya baru bicara dengan teman. Dia bilang kalau mau kirim ke Amerika anak bapak di komunitas orang Indonesia, karena itu nanti kembali dia akan punya teman-teman Indonesia dan mereka bisa komunikasi daripada komunitas orang yang kita tidak akan pernah ketemu, kita hanya ketemu di kampus, katanya.

Tambah gubernur, di Amerika atau dimanapun kalau itu komunitas kita punya sama-sama kembali kita bisa komunikasi dan buat sesuatu yang besar, maka itu diharapkan dengan pendirian universitas ini, ia sangat komitmen.
Saya baru ketemu beberapa rektor di Timika. Terus di Nabire kita bicarakan beberapa hal termasuk bagaimana kita memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang sedang kuliah ini, karena mereka tidak mampu itu sedang kuliah dan anak-anak yang orang tuanya mampu itu dia pergi ke Jawa, jadi kalau kita bisa bangun di sini dengan universitas negeri dan beberapa universitas yang ada, maka mereka akan mendapatkan peluang yang maksimal dengan biaya yang minim, itulah tujuan daripada pendidikan universitas ini, pungkasnya.(rob)
Bagikan artikel ini



