NABIRE - Gereja Pantekosta Serikat Di Indonesia (GPSDI) di Tanah Papua merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-46 dengan penuh syukur dalam sebuah ibadah raya yang berlangsung di Gedung Gereja GPSDI Kristus Ajaib, Jalan RE. Martadintha, Nabire, Selasa (17/06/2025). 

Kegiatan perayaan HUT ini, mengusung tema ‘Bersama Tuhan 46 Tahun Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Mengabarkan Injil di Tanah Papua’ dan sub-tema ‘Dia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya (Filipi 1:6)’. Perayaan ini menjadi momen refleksi dan ucapan syukur atas perjalanan pelayanan GPSDI di Nabire. 

Pendeta Simon Tiranda, S.Sos, M.I.P., selaku ketua Ppanitia, dalam laporannya menjelaskan, dasar kegiatan ini merujuk pada Surat Keputusan Rakerda-1 Badan Pengurus Daerah Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia (GPSDI) di Tanah Papua Nomor:01-109/SKEP/RAKERDA/BPD-P/GPSDI/III/2025 tentang HUT ke-46 GPSDI di Tanah Papua, serta Surat Keputusan Badan Pengurus Daerah GPSDI di Tanah Papua Nomor 01-113/SKEP/PAN-HUT 46/BPD-P/GPSDI/III/2025 tentang Pengangkatan dan Pengesahan Panitia Perayaan HUT ke-46 GPSDI di Tanah Papua.

Tujuan utama kegiatan ini, terang Pendeta Simon Tiranda, untuk mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai bentuk ungkapan syukur atas penyertaan, pemeliharaan dan anugerah Tuhan yang telah memimpin serta meneguhkan pelayanan GPSDI di tanah Papua selama 46 tahun.

Lanjutnya, perayaan ini juga bertujuan untuk mengenang dan menghargai sejarah pelayanan, memberikan penghormatan kepada para pelopor, gembala, dan mereka yang telah mengembangkan pelayanan GPSDI sejak awal berdirinya hingga saat ini. Mempererat persekutuan jemaat, membangun semangat kebersamaan, persaudaraan rohani dan kesatuan tubuh Kristus diantara warga jemaat GPSDI. 

Selain itu, mendorong pertumbuhan dan pembaharuan rohani, menjadi momentum untuk pembaharuan komitmen iman, pertumbuhan rohani jemaat, serta penguatan dalam doa, firman dan panggilan pelayanan. Memperluas visi pelayanan ke depan, menumbuhkan semangat penginjilan dan pengutusan yang baru dalam menjawab tantangan zaman serta memperluas dampak pelayanan GPSDI di tengah masyarakat Papua secara khusus, dan di Indonesia secara umum. 

Dan menjadi kesaksian bagi masyarakat, menyatakan kemuliaan Allah dan menjadi kesaksian publik atas kasih, kuasa dan pekerjaan Tuhan yang nyata di tengah masyarakat Papua melalui keberadaan GPSDI.

Pendanaan untuk perayaan ini bersumber dari BPD GPSDI di Tanah Papua, partisipasi jemaat-jemaat GPSDI se-Tanah Papua, partisipasi gembala-gembala sidang GPSDI se-Tanah Papua, partisipasi donatur serta partisipasi spontanitas panitia HUT ke-46 GPSDI di Tanah Papua.

Dalam sambutannya, Pendeta Markus Arrung, S.Th., dari Badan Pekerja Daerah GPSDI Papua, memaparkan sejarah berdirinya GPSDI di Tanah Papua yang bermula pada 17 Juni 1979 di Nabire. Saat itu, gereja ini bernama Gereja Pantekosta Serikat (UPC) Nabire, yang berpusat di Amerika. Pendiriannya merupakan perwujudan dari penyebaran dan perkembangan gereja Pantekosta Serikat di Indonesia.

Poin-poin penting mengenai berdirinya GPSDI di Tanah Papua meliputi: Perkembangan awal: pada bulan Juli 1977, beberapa orang secara spontan mendiskusikan kemungkinan pendirian UPC Nabire di Irian Jaya (sekarang Papua). Pendirian resmi pada 6 September 1977, pendirian GPSDI di Tanah Papua resmi dilakukan berdasarkan surat rekomendasi Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sementara itu, Pendeta Dr. Daniel R. Samben, M.Th., dari Dewan Pembina dan Penasihat Sinode menyampaikan, bahwa 46 tahun pelayanan GPSDI di Tanah Papua bukanlah waktu yang singkat. "Itu adalah perjalanan panjang penuh tantangan, air mata, pengorbanan dan juga kemenangan," ujarnya. Namun, di atas segalanya, ia menekankan bahwa ini adalah bukti nyata bahwa Tuhan yang memulai pekerjaan yang baik diantara umat-Nya. Ia jugalah yang setia memelihara dan akan menyempurnakannya sampai akhir.

Acara perayaan ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun, penyerahan penghargaan dan sesi foto bersama, menandai berakhirnya ibadah syukur yang penuh makna ini. Keberadaan GPSDI selama 46 tahun di Tanah Papua menjadi bukti nyata komitmen pelayanan dan penyebaran Injil di tengah masyarakat.(sam)