GKI di Tanah Papua Klasis Nabire Siap Rayakan HUT PI ke-171

NABIRE - Sekretaris Komisi Misi, Penginjilan, Pemuridan dan Kemitraan Klasis Nabire, Pendeta (Pdt) Samy G. Siahainenia, S.Si, menyatakan bahwa persiapan menyambut HUT Pekabaran Injil (PI) ke-171 tahun 2026 akan dilaksanakan pada 5 Februari 2026 secara serentak di Tanah Papua. Dimana, khusus untuk GKI di Tanah Papua Klasis Nabire akan difokuskan di masing-masing lingkungan wilayah guna menjaga kekhidmatan dan jangkauan pelayanan kepada warga jemaat.
Dalam keterangannya pada Selasa (27/01/2026), Pdt. Samy menjelaskan pembagian wilayah perayaan ini mencakup lingkungan 1 yang membentang dari Sanoba, Nabarua hingga Kali Harapan. Sementara itu, lingkungan 2 mencakup sebagian Kali Harapan hingga area Kotalama.
Untuk lingkungan 3, konsentrasi massa akan dipusatkan di wilayah Kalibobo, Wadio hingga mencapai SP dan Karadiri, sedangkan lingkungan 4 hingga 6 mencakup jemaat-jemaat di wilayah pedalaman.
Secara organisasi, Klasis Nabire saat ini membawahi 40 jemaat yang terbagi ke dalam enam lingkungan tersebut. Skala ini merupakan bagian kecil dari struktur besar GKI di Tanah Papua yang secara keseluruhan memiliki 70 klasis dengan total lebih dari 2.000 jemaat yang tersebar di seluruh pelosok bumi Cenderawasih.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi Misi, Penginjilan dan Pemuridan GKI Klasis Nabire, Pdt. J. Titahena, S.Si, menyampaikan terkait arahan teknis perayaan secara menyeluruh, pihak Klasis Nabire masih menunggu hasil keputusan resmi dari para pekerja sinode.
Dan saat ini, jajaran pimpinan sinode sedang melaksanakan Rapat Kerja (Raker) di Jayapura untuk menyusun panduan dan tema sentral yang akan dijalankan oleh seluruh klasis di Papua.
Mengenai pusat perayaan, Pdt. Titahena mengkonfirmasi bahwa Manokwari, khususnya Pulau Mansinam, tetap menjadi titik sentral sejarah Pekabaran Injil. Namun, untuk tahun ini, mobilisasi massa ke Manokwari tidak dilakukan secara besar-besaran seperti tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan perayaan akbar biasanya hanya dilaksanakan setiap lima tahun sekali.
Perayaan dengan skala besar yang melibatkan karnaval budaya dan kehadiran tokoh nasional umumnya difokuskan pada angka kelipatan lima, seperti pada HUT ke-170 yang baru saja sukses digelar tahun lalu. Oleh karena itu, HUT ke-171 tahun ini akan lebih menekankan pada pengua tan iman dan persekutuan di tingkat lokal jemaat masing-masing.(amd)
Bagikan artikel ini


