NABIRE – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Nabire sukses menggelar seminar wawasan kebangsaan dengan tema: ‘1 Juli dalam Perspektif Sejarah dan Kebangsaan: Memperkuat Persatuan, Menjaga Papua Tengah Damai dan Membangun Masa Depan dalam Bingkai NKRI’. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Aula RRI Nabire, Jumat (3/07/2026).

Ketua DPD GAMKI Provinsi Papua Tengah, Anis Labene, dalam sambutannya menegaskan GAMKI Nabire merupakan wajah terdepan bagi organisasi di tingkat provinsi. 

Menurutnya, setiap kegiatan kepemudaan yang diinisiasi di Nabire akan menjadi cerminan citra GAMKI di mata publik dan masyarakat luas. Ia berharap agar semangat yang ditunjukkan oleh pengurus dan anggota di Nabire dapat terus konsisten dalam menjalankan roda organisasi.

Saat ini, DPD GAMKI Papua Tengah tengah melakukan konsolidasi intensif di tingkat kabupaten guna mempersiapkan Konferensi Daerah (Konferda) yang dijadwalkan pada bulan Agustus mendatang. 

Anis mengungkapkan bahwa sejumlah daerah, seperti Timika yang telah definitif serta Nabire, Puncak, Puncak Jaya dan Intan Jaya, telah diberikan mandat untuk menjalankan roda organisasi agar pembangunan di wilayah tersebut tetap berjalan maksimal.

Menyoroti tema seminar, Anis menekankan pemuda memiliki peran vital sebagai agen perubahan di Tanah Papua. Ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi pemuda di Papua sangat unik jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia, terutama jika ditinjau dari sisi historis. Oleh karena itu, keberadaan Organisasi Kepemudaan (OKP) sangat krusial dalam menyatukan visi pemuda untuk mengisi pembangunan.

Lebih lanjut, Anis menyampaikan keprihatinan mendalam atas disparitas sosial dan tantangan keamanan yang masih terjadi di beberapa wilayah Papua, seperti Puncak, Intan Jaya dan insiden pembakaran pesawat di Yahukimo. 

Ia menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya bagi keluarga yang terdampak, sembari menegaskan bahwa situasi ini merupakan tantangan nyata yang harus disikapi dengan bijak oleh para pemuda agar tidak terpecah belah.

Sementara itu, Ketua Tim Caretaker DPC GAMKI Nabire, Yusuf Simbiak, menjelaskan seminar ini sengaja dirancang untuk membuka ruang akademik bagi generasi muda. Melalui diskusi ini, diharapkan para pemuda dapat memahami lebih dalam mengenai perspektif sejarah 1 Juli serta bagaimana memposisikan diri dalam pembangunan Papua yang damai dan inklusif di bawah payung NKRI.

Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, panitia menghadirkan Prof. Dr. Melkias Hetharis, SH., MA., M.Hum., sebagai narasumber utama. Yusuf berharap kehadiran narasumber ahli ini dapat memberikan pencerahan kepada generasi muda di Nabire agar lebih peka terhadap peluang-peluang pembangunan yang diberikan oleh negara melalui pemerintah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi para pemuda di Kabupaten Nabire untuk lebih proaktif dalam berkontribusi bagi daerahnya. Dengan pemahaman sejarah yang benar dan semangat persatuan yang kuat, GAMKI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masa depan Papua yang lebih baik, aman, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (amd)