NABIRE — Rangkaian Kick Off Meeting dan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Nabire Tahun 2026–2046 resmi ditutup.

Penutupan dilakukan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Anang Subekti, di Aula RRI Nabire, Senin (10/8/2026). Kegiatan ditandai dengan penandatanganan berita acara sebagai bagian dari proses awal penyusunan dokumen perencanaan tata ruang Kabupaten Nabire untuk 20 tahun mendatang.

Dalam sambutannya, Anang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif memberikan masukan, data, informasi, serta pandangan konstruktif selama pelaksanaan kick off dan FGD.

Menurutnya, forum tersebut menjadi tahapan penting untuk menyusun KLHS yang mampu mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam revisi RTRW Kabupaten Nabire.

“Berbagai masukan, data, informasi dan pandangan yang disampaikan dalam forum ini menjadi bahan penting bagi proses penyusunan KLHS dan revisi RTRW,” ujarnya.

Anang menjelaskan, sejumlah isu strategis yang berhasil diidentifikasi dalam pembahasan mencakup aspek lingkungan hidup, sosial, ekonomi, pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana hingga perubahan iklim.

Seluruh isu tersebut akan menjadi bahan bagi tim penyusun untuk melakukan pendalaman analisis serta menyempurnakan dokumen KLHS dan revisi RTRW.

Karena itu, DLH Nabire mengharapkan dukungan berkelanjutan dari seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya, terutama dalam penyediaan data dan informasi yang akurat.

Kolaborasi Jadi Kunci

Anang menegaskan, keberhasilan penyusunan RTRW tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Masukan yang konstruktif dan koordinasi yang baik dinilai penting agar dokumen RTRW 2026–2046 benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan Nabire di masa mendatang.

“Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar RTRW Kabupaten Nabire Tahun 2026–2046 mampu menjawab tantangan pembangunan di masa yang akan datang,” katanya.

Ia menambahkan, hasil kick off dan FGD pertama ini selanjutnya akan menjadi dasar bagi tim penyusun untuk melakukan pendalaman analisis, menyempurnakan isu-isu strategis, serta merumuskan rekomendasi.

Rekomendasi tersebut nantinya akan dibahas kembali melalui tahapan konsultasi dan FGD berikutnya.

Anang berharap seluruh pemangku kepentingan tetap menjaga komitmen untuk mengawal proses penyusunan dokumen hingga tahap akhir. Ia menargetkan proses tersebut menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas, implementatif, sekaligus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Dengan dukungan dan komitmen bersama, kita berharap proses ini dapat menghasilkan dokumen KLHS dan RTRW yang mampu menjadi pedoman pembangunan Nabire secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Anang Subekti secara resmi menyatakan Kick Off Meeting dan FGD KLHS Revisi RTRW Kabupaten Nabire 2026–2046 ditutup. (Sam)