NABIRE - Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Nabire tahun 2025-2030 memasuki hari kedua, diharapkan akan perolehan data yang maksimal dan terverifikasi. Forum Group Discussion (FGD) kedua ini digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nabire, Kamis (17/04/2025).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Arpan Palumpun, ST.,MT, dalam sambutannya menekankan pentingnya data yang akurat dan terverifikasi dalam penyusunan KLHS ini.

Ia menjelaskan bahwa dokumen KLHS akan menjadi acuan krusial dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Nabire untuk lima tahun mendatang. "Saya berharap di pertemuan hari ini kita mendapatkan hasil yang maksimal yang bukan berarti kita membuat sebuah keputusan yang asal-asalan, tapi dengan betul-betul data yang terverifikasi. Kenapa saya sebutkan demikian? Karena jadi acuan dokumen untuk kelangsungan penyusunan RPJMD Kabupaten Nabire," ujarnya.

Lanjut Arpan Palumpun, dukungan penuh dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam memberikan data yang dibutuhkan. Ia menyoroti adanya pemantauan langsung dari Wakil Bupati Nabire terhadap keseriusan OPD dalam pengumpulan data.

"Begitu kami harapkan dukungan bapak/ibu OPD benar-benar serius dan tadi kita lihat sendiri wakil bupati memantau. Ada beberapa OPD yang kesannya tidak serius pada pengumpulan data tersebut," ungkapnya.

Pihak DLH menyadari, bahwa pengumpulan data ini mungkin menambah beban kerja bagi beberapa OPD. "Memang kita akui bapak/ibu ketika memberikan beban, bapak/ibu masih banyak OPD yang merasa keberatan, ada lagi tugas baru. Harapan kami, walaupun kita akhiri kegiatan kita, tapi tidak berakhir di sini," tutur Arpan Palumpun.

Untuk memastikan kelancaran pengumpulan data, DLH Kabupaten Nabire akan terus aktif melakukan pendampingan dan penagihan kepada setiap OPD. Target pengumpulan data ditetapkan pada 25 April mendatang. "Kami dari DLH terus akan mengunjungi bapak/ibu OPD untuk memastikan tanggal tersebut, data itu bisa terkumpul dan kami terus akan memastikan, kami akan menagih data itu. Semoga ke depan terus kita berkomunikasi akan tujuan dokumen nanti kita susun bersama-sama, dokumen yang betul-betul punya kualitas," tegas Kepala DLH Nabire.

Sementara itu, Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari dalam sambutannya menekankan, pentingnya sinergitas antar seluruh OPD dalam proses penyusunan RPJMD, termasuk KLHS.

Ia mengajak seluruh dari 27 OPD yang ada untuk bekerja sama dan memberikan kontribusi maksimal demi menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi Kabupaten Nabire.

Sinergi antar OPD diharapkan dapat menghasilkan data yang komprehensif dan akurat, sehingga KLHS yang disusun benar-benar mampu mengidentifikasi potensi dampak lingkungan dari rencana pembangunan yang akan dilaksanakan.

Dengan semangat kolaborasi dan harapan akan data yang berkualitas, FGD hari kedua penyusunan KLHS RPJMD Kabupaten Nabire 2025-2030 ini diharapkan menjadi langkah maju yang signifikan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Keseriusan dan komitmen dari seluruh pihak, terutama OPD terkait, akan menjadi kunci keberhasilan penyusunan dokumen penting ini.(sam)