Festival Mobil Hias dan Busana Artistik Jadi Event Tahunan
NABIRE – Festival Mobil Hias dan Busana Artistic yang digelar Nabire Creative Festival (NCF) pada Sabtu (11/11) sepanjang Jalan Merde
Bagikan
NABIRE – Festival Mobil Hias dan Busana Artistic yang digelar Nabire Creative Festival (NCF) pada
Sabtu (11/11) sepanjang Jalan Merdeka dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-72
akan menjadi event tahunan di Kabupaten Nabire. Sebab, Bupati Nabire, Isaias
Douw meminta menjadikan parade festival mobil hias dan busana artistic sebagai
event rutin setiap tahun di Kabupaten Nabire. Karena parade festival mobil hias
dan busana artistic sebagai wadah kreatifitas warga Nabire dan menjadi
kebanggaan warga dan pemerintah Kabupaten Nabire. Sebab event ini memiliki
potensi yang besar untuk ditampilkan. Penegasan ini disampaikan Bupati Nabire, Isaias Douw melalui sambutan yang dibacakan Wakil
Bupati Nabire, Amirullah Hasyim pada pembukaan Parade Mobil Hias dan Busana
Artistic di Jalan Merdeka, Sabtu (11/11) siang hingga sore. Oleh sebab itu, bupati berharap kepada peserta untuk menampilkan hasil yang terbaik sehingga
dapat mengembangkan potensi pariwisata Kabupaten Nabire dan dapat meningkat
potensi ekonomi masyarakat meningkat sehingga dapat merubah pola pikir
masyarakat Nabire yang lebih maju. Wakil Bupati, Amirullah Hasyim mengingatkan Kabupaten Nabire memiliki beragam suku, ras, agama,
budaya dan adat istiadat. Untuk itu, melalui kegiatan ini menjunjung tinggi
keharmonisan diantara kita semua. Festival mobil hias dan busana artistic dibuka Wakil Bupati, Amirullah Hasyim, Kapolres AKBP
Sony Sanjaya, S.Ik, Dandim 1705 Paniai, Letkol Inf Jerry H.T. Simatupang dan
Ketua Panitia, Yufinia Mote dengan menekan tombol. Festival ini meriahkan dengan penampilan marchingband dari SD Almadina yang sebagai pembuka
parade, drumband dari Yonif 753, SMP Negeri 2 Wanggar dan SMA Kristen Anak
Panah serta drumband SMA Negeri 1 Nabire. Festival mobil hias dan busana artistic diikuti 74 peserta. Beragam potensi diangkat para
seniman di kota Nabire, baik itu lewat busana artistic maupun melalui busana
artistic. Selain memperkenalkan prototype Ikan Hiu Paus, ikon pariwisatanya
Nabire juga dipamer prototype Cenderawasih, burung kebanggaan tanah Papua. Warga Nabire lewat peserta parade juga mengangkat potensi lokal seperti kreasi rumah
masyarakat Papua dari beberapa suku, perahu dan potensi alam seperti kelelawar,
burung cenderawasih, perahu, ciri khas dari beberapa Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) dan ciri khas buaya dari beberapa suku yang ada di Nabire. Demikian juga halnya dengan parade busana artistic. Hampir sebagian mendigsine busana dengan
barang bekas seperti penutup botol, plastic dan koran bekas. Terdapat didalam
parade busana artistic tampil pula busana adat dari beberapa suku seperti Suku
Mee, Dani dan busana adat masyarakat pesisir dan kepulauan. Yang tak kalah
menarik adalah busana malaikat dan iblis ikut mengambil bagian di dalamnya. Hampir sebagian besar peserta parade busana menampilkan designe busa bermotiv batik dan barang
bekas yang bernilai artistic tinggi yang dapat memberi inspirasi kepada
desainer-desainer busana. Semangat Hari Pahlawan tidak hanya sekedar memperingati jasa para pejuang tetapi generasi penerus
membuktikan penghormatannya melalu karya-karya nyata, salah satunya melalui
membangkitkan daya seni artistic yang terpendam selama ini. Hasil karya anak
bangsa yang mempersembahkan karya-karya inovasinya melalui kendaraan hias dan
busana artistic. *Hadiah Pertama Rp.25 Juta Usai menggelar festival Parade Mobil Hias dan Busana Artistik, panitia mengumumkan juara dan
penyerahan hadiah kepada pemenang kompetisi marchingband yang diselenggarakan
28 Oktober lalu dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda dan Festival Mobil
Hias dan Busana Artistik dalam rangka memeriahkan Hari Pahlawan, 10 November.
Panitia memberikan Rp.25 juta kepada juara I pemenang mobil hias, Rp.15 juta untuk
juara kedua dan Rp.7.500.000 bagi peserta yang meraih juara III. Ketua Panitia,
Yufinia Mote menyerahkan hadiah kepada juara mobil hias. Sementara itu, panitia juga menyerahkan hadiah kepada juara lomba busana artistik. Panitia
menyediakan hadih bagi juara III busana artistic sebesar Rp.1.500.000, juara II
sejumlah Rp.2.500.000 dan juara pertama sebesar Rp.5 juta. Penyerahan hadiah
kepada juara parade busana artistic oleh Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim. Disamping itu, panitia juga mengumumkan dan menyerahkan hadiah kepada pemenang kompetisi
marching band.(ans)
Bagikan artikel ini



