Enam Suku Pesisir Matangkan Mubes

NABIRE – Panitia Musyawarah Besar (Mubes) Enam Suku Pesisir dan Kepulauan Nabire menggelar pra-Mubes sebagai langkah awal memantapkan konsolidasi internal dan menyatukan visi masyarakat adat dalam memperjuangkan identitas serta hak-hak ulayat di wilayah rumpun adat Saireri II.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Yahor Nabire, Sabtu (18/7/2026), diikuti panitia Mubes, Dewan Pendiri Aliansi Perempuan Nabire, serta para kepala suku dari Suku Wate, Yaur/Hegure, Yerisiam, Umari, Napan/Gwoa, dan Moora.
Pra-Mubes difokuskan pada pembahasan kesiapan penyelenggaraan Musyawarah Besar I Tahun 2026, mulai dari konsolidasi internal, penyempurnaan materi sidang, kesiapan teknis, hingga dukungan pendanaan untuk menyukseskan pelaksanaan Mubes.

Ketua Panitia Mubes Enam Suku Pesisir dan Kepulauan Nabire, Daud Monei, mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk menyempurnakan seluruh materi yang akan dibahas dalam Mubes.
"Dalam pra-Mubes ini kami melakukan pembahasan dan penyempurnaan seluruh materi yang nantinya menjadi bahan utama dalam Musyawarah Besar," ujarnya.
Menurut Daud, terdapat empat pokok bahasan utama yang menjadi perhatian panitia. Seluruh materi dikaji bersama agar ketika Mubes dilaksanakan, peserta tinggal melakukan pembahasan akhir dan menetapkan keputusan.
"Ada hal-hal yang perlu dilengkapi dan diperkaya. Semua kami bahas dan selesaikan di pra-Mubes sehingga pada saat Mubes nanti prosesnya lebih efektif," katanya.
Ia menjelaskan, sekitar 50 peserta menghadiri kegiatan tersebut, yang terdiri atas tokoh adat, tokoh intelektual, dan perwakilan enam suku. Mereka diundang untuk memberikan masukan, gagasan, serta memperkaya substansi materi Mubes.
Sementara itu, tokoh masyarakat Piter Hamberi mengajak seluruh masyarakat dari enam suku besar pesisir dan kepulauan Nabire untuk memperkuat persatuan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.
"Mari kita sukseskan Mubes Enam Suku Besar Nabire Pesisir Timur, Barat dan Kepulauan Harlen dengan semangat kebersamaan. Nabire bukan tanah kosong, tetapi tanah yang memiliki sejarah, masyarakat adat, dan bahasa dari enam suku besar," tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar terus membangun konsolidasi hingga ke kampung-kampung maupun masyarakat yang berada di wilayah perkotaan. Pendataan peserta dari masing-masing suku dinilai penting agar keterwakilan dalam Mubes benar-benar maksimal.

Pra-Mubes berlangsung sejak pukul 09.00 WIT hingga 19.00 WIT dalam suasana aman dan kondusif. Panitia berharap forum tersebut menjadi fondasi yang kuat untuk menyukseskan pelaksanaan Musyawarah Besar Enam Suku Pesisir dan Kepulauan Nabire yang akan datang. (rob)
Bagikan artikel ini



