Enam Poin Latar Belakang MRSF Dilaksanakan
NABIRE – Sebanyak enam (6) poin yang melatarbelakangi kegiatan Millennial Road Safety Festival (MRSF) yang telah dan akan dilaksanakan
Bagikan
NABIRE – Sebanyak enam (6) poin yang melatarbelakangi kegiatan Millennial Road Safety Festival (MRSF) yang telah dan akan dilaksanakan di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Nabire, pada 23 Februari 2019 besok bertempat di Jalan Pepera Distrik Nabire kota. Keenam hal itu salah satu diantaranya, terkait pernyataan WHO – PBB yang menyebutkan Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) masuk urutan kelima penyumbang terbanyak jumlah manusia meninggal dunia.Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho Tampubolon, S.IK, diwakili Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu. Suhardi Syahaitua, S.Sos kepada awak media belum lama ini di ruang kerjanya.Dikatakan, kegiatan millennial road safety festival di Nabire yang rencananya akan dihadiri sekitar 3.000 peserta ini yang menjadi latar belakang dilaksanakan kegiatan tersebut sesuai petunjuk Mabes Polri mencakup 6 poin. Dari poin-poin ini, pertama, terang Kasat Lantas, pernyataan WHO-PBB yang menyebutkan Laka Lantas merupakan urutan ke-5 jumlah manusia meninggal, setelah penyakit diabeter dan TBC. Selanjutnya, dekade of action for road safety dengan target pada tahun 2011 hingga 2020. “Ada 5 pilar keselamatan jadi acuan pemerintah Indonesia yang dituangkan dalam Instruksi Presiden nomor 4 tahun 2013 dan pada poin ketiga sesuai amanat UU nomor 22 tahun 2019 pasal 203, pemerintah bertanggung jawab atas terjaminya keselamatan lalu lintas angkutan jalan,” ungkapnya.Diluar itu, yang melatarbelakangi kegiatan MRSF tahun 2019 ini baru dapat dilaksanakan sesuai program-program road safety juga dicanangkan dalam RPJMN tahun 2015 Gran Strategi Polri dan Renstra Polri tahun 2015 sampai dengan 2019 ini. Dalam pelaksanaan reformasi birokrasi menetapakan 4 program unggulan sebagai quick wins salah satunya quick response untuk menciptakan Kamseltibcarlantas. Dan terakhir (ke-6), program kerja Korlantas Polri road sefety menuju zero eccident sebagai berkelanjutan tahun keselamatan untuk kemanusiaan.(wan)
Bagikan artikel ini



