Empat Pekerja PT Istaka di Nduga Masih Dicari
JAYAPURA,- Genap sudah 14 hari pencarian empat pekerja dari PT.IstakaKarya yang menjadi korban keberutalan dari kelompok seperatis yangserin
Bagikan
JAYAPURA,- Genap sudah 14 hari pencarian empat pekerja dari PT.IstakaKarya yang menjadi korban keberutalan dari kelompok seperatis yangsering disebut oleh aparat kepolisian maupun TNI, kelompok kriminalbersenjata (KKB) atau kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) diBukti Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga sejak 2 Desember lalu.Tidak hanya masyarakat luas menunggu hasil dan kabar dari pencariankeempat korban, namun yang paling menunggu kabar, entah hidup ataumati ialah keluarganya para korban.Pasrah dan doa pun kemungkinan besar diberikan kepada keempat pekerjaagar segera ditemukan secepatnya, termaksud kepada aparat gabunganTNI-Polri yang masih berusaha melakukan pencarian.Keempat korban yakni RS, PR, MA, HAI hingga saat ini belum diketahuikondisinya apakah masih dalam keadaan hidup atau tewas pasca kekerasandan pembataian puluhan pekerja PT.Istaka Karya yang sedang mengerjakanproyek jembatan jalan trans Papua.147 aparat gabungan pun dikerahkan dari Polda Papua dan Kodam XVIICenderawsih untuk melakukan penyisiran dari lokasi pembantaian diBukti Kabo distrik Yigi Nduga menuju kearah Kabupaten Wamena,mengingat ada beberapa korban ditemukan aparat kemanan entah hidup danmati yang berusaha menyelamatkan diri lokasi kejadian mengarah kearahWamena, Kabupaten Jayawijaya.Tidak mudah bagi anggota kepolisain maupun TNI untuk mencarikeberadaan keempat korban kekerasan tersebut, selain medan yang cukupterjang dan cuaca yang cukup ekstrime, aparat gabungan TNI-Polri punkerap diganggu kelompok kriminal bersenjata dengan serangan mendadakdari ketinggian yang diketahui menjadi medan yang menguntungkan bagikelompok kriminal bersenjata.Kasus pembantaian yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata yangdiketahui dari pimpinan Egianus Kogoya sangat menyayat hati bangsa inidan Desember kelam bagi republic ini, terlebih khusus bagi keluargakorban, bagaimana tidak, proyek yang sedang dikerjakan ini merupakanupaya pemerintah melalui program Jokowi untuk mensejahterakan wargamasyarakat terlebih khusus di Pegunungan Papua, mengingat aksestransoprtasi darat sangat sulit, sehingga tidak secara langsungberdampak pada harga kebutuhan pokok bisa membuat pusing kepala.Kasus pembantaian ini terjadi ketika kelompok kriminal bersenjatamendatangi camp pekerja pada 1 Desember lalu dan melakukan penyekapandibawa ancaman senjata api dan senjata tajam. Setelah disekapsemalaman tanpa sehelai benang ditubuh para korban. keesokan harinyapuluhan pekerja di giring ke Bukit Kabo tanpa alas kaki dengan jaraktempuh 2 jam perjalan dari cap karyawan PT Istaka Karaya.Tepatnya pada 2 Desember 2018 lalu, aksi keji tanpa rasaprikemanusiaan dan rasa takut akannya Tuhan dilakukan kelompoktersebut. 28 pekrja dari PT.Istaka Karya dikumpulkan dan diberondongpeluru oleh kelompok separatis. Mengerikan apabila dibanyakan terjadipada diri kita. Begitupula sepeti filem-filem eksen yang diperenkanRambo.Dalam aksi kekejian itu tidak semua pekerja tewas, ada yang hanyapura-pura mati untuk dapat bisa meloloskan dari kerlompok berhatiiblis itu, namun naasnya saat hendak menyelamatkan diri korban selamatmalah dikejar dan dibantai lagi oleh kelompok kriminal bersenjatasehingga tewas. Untungnya 7 orang selamat dan dapat dievakuasi olehTIM Gabungan TNI/Polri, sementara 17 tewas dibantai dan empat pekerjabelum dikatahui keberadaanya hingga saat ini.Sementara itu dari kesaksian salah seorang pekerja yang selamat dalamaksi keji itu, mengungkapkan setelah lolos dari pembantaian di BukitKabo bersama tiga orang rekannya, kelompok tersebut terus mengejardirinya bersama rekannya hingga ke POS TNI yang di distrik Mbua,dikiranya sudah aman berada di Pos TNI, namun kelompk tersebutmelakukan penyerangan dangan membabi buta peluru yang mengakibatkanPrajurit Bangsa ini atas nama Sertu Anumerta Handoko Tewas tertembak.Dalam kontak tembak selama 19 jam dengan kelompok kriminal bersenjata,prajurit TNI memilih untuk mendur dan menyelamatkan diri mengingatperbandingan kekuatan cukup jauh dengan kelompok tersebut. Dalamperjalan parajurit dan korban selamat akhirnya bertemu dengan timGabungan dan selanjutnya dilakukan evakausi.Dalam proses evakuasi jenazah para korban pun kelompok kriminalbesenjata terus menunjukan taringnya dengan melakukan aksi penembakanterhadap tim evakuasi yang tergabung dari Polda Papua dan Kodam XVIICenderawasih. Dalam kontak senjata yang terjadi satu anggota BrimobPolda Papua atas nama Bharatu Wahyu Hidayat terkena Tembak dan harusdievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.Tidak sampai disitu kelompok tersebut pun melakukan penyerangan denganmembaki POS TNI-Polri yang baru di Yigi, untungnya dalam kontakersebut tidak ada korban luka tembak.Sementara itu data pihak Kepolisian yang dihimpun dari Bidang HumasPolda Papua menyebutkan sejauh ini sudah ada 25 pekerja bangunandiluar PT.Istaka Karya telah dievakuasi guna mengantisipasi kekerasanyang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata Pimpinan EgianusKogoya.Akibat kejadian kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kriminalbersenjata ini pun sangat bedampak luas bagi pembangunan di Nduga,mulai dari pembangunan fisik yang terhenti lantaran pekerja memilihuntuk meninggalkan Nduga demi keselamatan, hingga penyaluran BBMdihentikan sementara waktu oleh PT.Pertamina MOR VIII Maluku-Papuayang mengakibatkan harga BBM eceran mencapai hingga Rp.150 Ribuper-Liternya.Disisi lain, para Tenaga Medis dan tenaga pendidik yang berada didistrik Mapenduma, Nduga pun pernah melakukan hal yang sama denganmenolak kembali di Mapenduma pasca aksi intimidasi dan kekersanaseksual yang dialami salah seorang guru yang dilakukan oleh kelompokkriminal bersenjata pimpinan Egianus Kogoya. Bahkan hingga saat iniaktifitas pendidikan dan pelayanan medis yang ada di Mapendumaterganggu dan berdampak kepada masyarakat setempat.Sebelum melakukan aksi pembantaian pekerja dari PT.Istaka Karya sertaintimidasi dan kekerasan seksual terhadap tenaga medis dan tenagapendidik di Distrik Mapenduma Kabupaten Nduga. Kelompok tersebut punpernah melakukan aksi peembakan terdapa peseta yang mengangkut aparatkemana yang hendak melakukan pengamanan pilkada di Kabupaten Nduga.Bakhan usai melakukan aksi penembakan terhadap pesawat dan aparat,kelompok tersebut pun melakukan aksi keji tanpa pri kemanusiaanterhdapa warga sipil, dengan menewaskan dua pedagang dan melukai wajahseorang bocah menggunakan sebilah kapak dan harus mendapatkanperawatan itensif.Dari semua kejahatan yang dilakukan Egianus Koyoga ternyata diketahuiada actor dibalik aksi-aksi tersebut.Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi HumasPolri, Brigadir Jendral Dedi Prasetyo beberpa waktu lalu, aksi yangdilakukan KKB Pimpinan Egianus Koyoga telah diresrui oleh PanglimaKomando daerah Pertahanan (Kodap) III Ndugama berinisial PU.Berdasarkan hasil pemetaan Polri diketahui PU merupakan atasan dariEgianus Kogoya.“Salah satu pelaku yang mengomandoi langsung dilapangan adalah EgianusKogoya. Diatasnya kami sudah mengidentifikasi. Diduga ikut mersetuiterjadianya penyerangan tersebut, panglima atas nama PU,” tuturnya.Sementara dari pemetaan, PU pun memiliki tujuh anak buah selainEgianus yakni PL,OW, RL, A, NT, BT, dan GT.Sementara itu Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM.Kamal ketikadikonfirmasi terkait pernyataan Karopenmas Divisi Humas Mabes Polriterkait atas Egianus Kogoya, enggan memberikan komentar lebih lanjutsiapa PU sebenarnya, dan peran apa yang dipegang oleh PU. (ridwan)
Bagikan artikel ini



