NABIRE - Tokoh Masyarakat (Tomas) Kabupaten Dogiyai, Ernes Yusak Tebay, secara tegas meminta kepada pihak eksekutif, legislatif dan yudikatif agar jangan tinggal diam atas kasus hilangnya 6 nyawa di Kabupaten Degiyai berdarah, tetapi ada langkah tegas untuk mengungkapkan kasus tersebut.

Untuk itu, selaku Tomas meminta dan mengusulkan agar 3 lembaga di atas harus ada kesamaan presepsi untuk mendampingi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan mengusut dengan tuntas kasus Dogiyai berdarah pada 31 Maret lalu yang telah menelan korban manusia tak berdosa.

Karena kehadiran Komnas HAM di Kabupaten Dogiyai belum lama ini, sesungguhnya untuk bekerja melaksanakan 5 fungsi Komnas HAM, antara lain melakukan pengkajian, penelitian, penyuluhan HAM, pemantauan dan mediasi untuk melindungi hak manusia secara mandiri. Sedangkan kasus Dogiyai berdarah yang menghilangkan 6 nyawa manusia menjadi tanggung jawab 3 lembaga tersebut.

Demikian dikatakan Ernes Yusak Tebay, kepada Papuapos Nabire, Rabu (15/4/26) di kediamannya seraya menambahkan, hingga saat ini masyarakat masih menanti jawaban oknum polisi yang meninggal dan memicu konflik berdarah di Kabupaten Dogiyai yang menewakan 6 masyarakat Sipil.

“Dan kami juga meminta agar kasus Dogiyai berdarah benar-benar diselesakan hingga tuntas dengan mendahulukan pengungkapan siapa pelaku pembunuhan terhadap polisi, karena selaku Tomas meminta agar masyarakat Dogiyai hidup dalam keadaan tenang, bukan hidup di atas duri ketakutan dalam menjalankan aktifitasnya sebagai masyarakat kecil,” ujarnya.

Selaku pribadi ia berkeyakinan, bahwa Komnas HAM pasti akan bekerja, tetapi pekerjaan Komnas HAM itu dapat berpatokan pada 5 fungsi tugasnya, karena Komnas HAM dapat bekerja berdasarkan Undang–Undang Nomor 39 Tahun 1999 dan UU nomor 26 tahun 2000, sehingga dari awal kasus hingga saat ini masyarakat Dogiyai meminta Bupati dan DPRD harus duduk dan bekerja sama untuk mengusut masalah tersebut. Karena akhir dari pekerjaan Komnas HAM akan membuat rekomendasi kepada pemerintah dan DPRD Kabupaten Dogiayi.(des)