NABIRE – Panggung tertinggi sepak bola dunia siap menyajikan duel klasik yang mempertemukan dua kekuatan besar lintas benua, Spanyol dan Argentina. Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit mengingat rekor pertemuan kedua tim yang sangat berimbang. Dari 16 bentrokan sepanjang sejarah, baik Spanyol maupun Argentina sama-sama mengemas 6 kemenangan, sementara 2 laga lainnya berakhir imbang.

Spanyol membawa modal percaya diri tinggi berkat konsistensi performa luar biasa mereka. Skuad La Furia Roja tercatat belum terkalahkan dalam 37 pertandingan kompetitif berturut-turut, sebuah catatan yang membuat bursa prediksi global lebih mengunggulkan mereka. Namun, Argentina bukanlah lawan yang mudah ditebak. Faktor magis Lionel Messi dan mentalitas juara Albiceleste di laga final kerap menjadi pembeda yang mampu membalikkan prediksi di atas kertas.

Kabar baik datang dari kondisi dapur pacu kedua tim. Tidak ada laporan cedera baru, sehingga kedua manajer dipastikan dapat menurunkan komposisi pemain terbaiknya sejak menit awal.

Spanyol diprediksi akan menerapkan formasi andalan 4-3-3. Unai Simón tetap dipercaya di bawah mistar gawang, dikawal oleh kuartet bek Pedro Porro, Pau Cubarsí, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella. Lini tengah akan dikomandoi oleh Rodri bersama Fabián Ruiz dan Dani Olmo, sementara trio lini depan akan mengandalkan kecepatan Lamine Yamal, Alex Baena, dan Mikel Oyarzabal untuk membongkar pertahanan lawan.

Di kubu lawan, Argentina siap meladeni dengan formasi kokoh 4-4-2. Emiliano Martínez akan mengawal lini pertahanan yang diisi oleh Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martínez, dan Nicolás Tagliafico. Lini tengah mereka diisi oleh kombinasi gelandang pekerja keras; Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, dan Leandro Paredes. Sementara itu, lini serang akan bertumpu pada duet maut Julian Álvarez dan sang kapten, Lionel Messi.

Ulasan olahraga global condong memprediksi kemenangan tipis 2-0 untuk Spanyol, atau laga akan berjalan alot hingga babak perpanjangan waktu. Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian: apakah rekor tak terkalahkan Spanyol akan berlanjut, ataukah magis Argentina yang kembali keluar sebagai pemenang?.(ppn)