NABIRE - Dua pasar dadakan yang kini berada di seputar Kalibobo, yakni pasar dadakan di pinggiran Jembatan Kali Nabire dan pasar dadakan yang berada di ruas jalan menuju kantor DPRD, kini Pemerintah Kelurahan Kalibobo sudah mendapatkan langkah untuk menertibkan dua pasar tersebut dari pinggiran jalan. Dimana, pihak kelurahan melihat kedua pasar yang persis berada di pinggiran jalan sangat rawan kecelakaan, sehingga kedua pasar dadakan ini bukan ditutup akan tetapi dicarikan lokasi baru milik masyarakat dan dibuka sebagai pasar bagi masyarakat yang dipusatkan di satu tempat yang jaraknya masuk dari bahu jalan dan tidak menimbulkan rawan kecelakaan bagi masyarakat. Demikian dikatakan Lurah Kalibobo Nabire Johanes Dimara, S.Pd,M.Hum, kepada Papuapos Nabire, Senin (29/1), seraya menambahkan sesungguhnya pemerintah tidak punya niat untuk menutup dua pasar tersebut, akan tetapi pemerintah kwatirkan adanya kemacetan lalulintas dan muncul kecelakaan antara masyarakat. Sehingga langkah yang diambil oleh pemerintah mencarikan lokasi baru sebagai pasar bagi masyarakat dan meminta kepada masyarakat atau pedagang untuk menempati atau berjualan di lokasi pasar baru yang disiapkan Pemerintah Kelurahan dan apabila masyarakat sudah gunakan lokasi pasar baru bisa diatur masalah sampah. “Pada intinya di lokasi pasar baru yang akan disiapkan oleh pihak kelurahan Kalibobo ini, tidak menimbulkan rawan kecelakaan dan kemacetan di jalan umum dan lokasi pasar yang baru ini letaknya akan masuk sedikit jauh dari pinggiran jalan raya dan memiliki tempat parkiran yang cukup memadai bagi penjual maupun pembeli,” terangnya. Untuk itu, kedua pasar dadakan ini bukan ditutup akan tetapi pemerintah mencarikan solusi yang terbaik agar pasar tetap ada bagi masyarakat dan jika pasar berada disatu titik sampahnya juga bisa diatur dan dibuang oleh masyarakat, karena tugas pemerintah dan masyarakat saat ini untuk memerangi sampah di kota ini agar Nabire tetap bersih.(des)