NABIRE – DPRD Kabupaten Nabire melakukan turun lapangan (Turlap) untuk melihat langsung abrasi di bibir pantai Kampung Waroki, Distrik Nabire. Anggota DPRD Nabire Turlap, Senin (6/12) siang langsung ke lokasi.

Gempuran gelombang besar dari laut yang menghantam bibir Pantai Waroki, telah merusak lingkungan pemukiman sepanjang pantai dan mengakibatkan kerusakan sembilan unit rumah penduduk. Selain itu luapan air laut juga menggenangi rumah penduduk dan fasilitas umum seperti Sekolah Dasar, Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan gereja.

Melihat genangan air laut hingga melewati sekitar 50 hingga 100 meter ke darat, anggota DPRD Nabire, Musa Malisa menilai lokasi antara pantai jalan Kalibobo –Waroki, sudah tidak layak huni. Karena, permukaan laut hampir sejajar dengan darat.

Anggota legislatif, Klemens Danomira begitu melihat kerusakan alam akibat abrasi, secara spontan meminta warga untuk relokasi ke tempat lokasi yang nyaman. 

Menurut Danomira, abrasi ini gejala alam sehingga tidak bisa dipastikan. Kalaupun dibangun talud sepanjang bibir pantai Waroki, tidak bisa dipastikan aman, ketika ada gelombang besar dari laut tidak akan mampu dihalang talud di depannya. Oleh sebab itu, Danomira menegaskan lebih relokasi ke lokasi yang aman, ke bagian darat.

Anggota dewan lainnya, Salmon Pigay, Hj Katherin Maruanaya, Rohedi M. Cahya dan Manopo mendukung upaya pemerintah untuk mencari solusi bersama antara legislatif dan eksekutif dengan melibatkan instansi teknis. 

“Dewan mendukung upaya pemerintah untuk melobi dana hingga Jakarta. Bila perlu dewan ikut ke Jakarta untuk mengetuk Kementerian dan Badan yang terkait dengan bencana dan penanganannya,” tutur Rohedi.

Turlap dewan kemarin bertepatan dengan kunjungan pemerintah, Wakil Bupati Nabire yang melihat langsung abrasi Waroki. Kunjungan bersamaan antara dewan dan eksekutif di Nabire ini merupakan kali pertama ketika meninjau obyek. Beberapa anggota dewan menilai apa yang terjadi kemarin (Senin, 6/12 –red) merupakan langkah maju dan perlu ditingkatkan sehingga masalahnya bisa ditangani secepatnya. (ans)