NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mempertanyakan realisai dari pembangunan satu kopel perumahan guru di Sekolah Dasar (SD) Pagouto. Sebab, DPRD Kabupaten Nabire saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kampung Pagouto, Distrik Yaro, Selasa (7/2) menemukan hanya satu unit rumah guru. Saat di Kampung Pagouto, Kelompok DPRD yang melaksanakan Kunker ke Distrik Yaro, dipimpin Marcy Kegou didampingi anggota Yurmina Money, Naomi Kotouki, dan Moh Iskandar mempertanyakan dimana dua kopel perumahan guru yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2016 lalu. Karena, untuk menunjang efektifitas kegiatan belajar mengajar di sekolah ini, pemerintah sudah menetapkan membangun dua kopel rumah guru.Anggota dewan juga mempertanyakan, siapa yang memindahkan proyek tersebut. Karena, DPRD tahu, adanya pembangunan dua kopel rumah guru di SD Pagouto.Dewan juga mempertanyakan pembangunan rumah guru juga tidak disertai dengan pembangunan fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK) sebagai bagian dari pembangunan perumahan rumah tinggal guru.Pasalnya, saat kelompkok DPRD memantau pembangunan rumah guru, dewan menemukan staf guru yang bertugas di SD ini sementara sedang sibuk dengan menggali sumur.Arna Yunita Sansanoi, guru honorer di SD Pagouto saat ditemui mengatakan rumah guru ini tidak ada tempat MCK dan sumur sehingga fasilitas kebutuhan rumah tangga di rumah guru ini dibangun sendiri. Karena, kontraktor yang membangun satu unit rumah guru ini tidak menyiapkan sumur dan kamar untuk mck.(ans)