DPRD Nabire Minta Bina Kelompok Wisata
NABIRE – Perkembangan obyek wisata, belakangan ini berkembang pesat. Disamping Hiu Paus sebagai primadona wisata Nabire, sepanjang bib
NABIRE – Perkembangan obyek wisata, belakangan ini berkembang pesat.
Disamping Hiu Paus sebagai primadona wisata Nabire, sepanjang bibir pantai Nabire dan kepulauan kini menjadi obyek wisata menarik di luar Pantai Gedo dan Air Terjun Bihewa.
Obyek wisata yang bertumbuh bagaikan jamur di musim penghujan ini, dikelola oleh masyarakat lokal sebagai income bagi keluarga dan warga yang mendiami sepanjang pantai dan kepulauan.
Oleh sebab itu, pengelolaanpun oleh keluarga.
Melihat fenomena masyarakat yang melirik obyek wisata sebagai sumber pendapatan keluarga, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nabire melalui Kelompok Hearing ke Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kabupaten Nabire, Senin (5/10) siang meminta agar Dinas Budparpora membina kelompok pemuda di setiap kampung terutama di kampung dan lokasi wisata yang ramai agar dalam pelayanan kepada wisatawan benar-benar sesuai dengan pelayanan di tempat-tempat wisata yang layak dan memuaskan sehingga mampu menarik minat wisatawan berkunjung ke obyek wisata tersebut.
Untuk menghindari saling klaim dan mengklaim hingga menutup lokasi wisata tersebut, Ketua Tim Hearing, Udin Mardin mengusulkan agar Dinas Budparpora Nabire mendorong masyarakat yang mengelola obyek wisata agar tidak mengelolanya secara perorangan tetapi dikelolah oleh kelompok usaha wisata yang berbadan hukum, sehIngga pengelolaan dan manajemen usaha wisata agar dikelolah oleh kelompok.
Menurut Udin Mardin, apabila dikelolah lewat kelompok yang berbadan hukum, setiap penerimaan dari penjualan obyek wisata akan dinikmati oleh warga setempat, dibanding usaha perseorangan yang hanya akan menguntungkan pengelolah dengan pihak ketiga, bahkan boleh jadi pihak ketiga yang untung besar.
Ketua Komisi B ini mencontoh pengelolaan wisata Hiu Paus di Yaur, wisata bahari di Pulau Ahee dan beberapa obyek wisata lainnya yang mampu menarik wisatawan lokal, domestik dan mancanegara.
Anggota Tim Hearing, Frans Hei menilai pembinaan kelompok wisata kepada kaum pemuda ini juga sekaligus akan mengurangi angka pengangguran dan ikut memberdayakan masyarakat lokal sehingga menambah pendapatan keluarga.
Hei menilai, apabila obyek-obyek wisata di daerah ini dikelolah secara baik dengan manajemen yang bagus, warga Nabire akan berkembang lebih baik seperti daerah-daerah lain yang masyarakatnya maju karena obyek-obyek wisata hidup sehingga masyarakat menerima manfaat dari obyek-obyek wisatanya.
Selain obyek wisata di pantai dan kepulauan, DPRD Nabire juga mengusulkan agar pemerintah daerah melalui Dinas Budparpora agar memikirkan pengembangan obyek-obyek wisata alam di bagian darat dan gunung.
Karena, potensi alam di daerah bisa dijual melalui obyek wisata pesisir-kepulauan dan darat bagian gunung.
Kepala Dinas Budparpora Nabire, Dr Martha Pigome, SH,M.Hum menyampaikan terima kasih atas saran usul yang disampaikan anggota DPRD kabupaten saat hearing ke kantor Dinas Budparpora.
Hearing anggota dewan dipimpin Ketua Kelompok, Udin Mardin bersama Amandus Pigay, Alfius Donei dan Frans Hei sebagai anggota.(ans)
Bagikan artikel ini



