NABIRE - Rabu (4/3) kemarin, kelompok kerja I DPRD Nabire yang diketuai Suyono dan empat anggota kelompok yakini Amandus Pigai, Udin Mardin, Alpius Donei dan Akulian Douw temui Direksi PDAM Nabire untuk mengetahui permasalahan yang terjadi hingga pelayanan air bersih di Nabire yang  selalu menjadi bahan sorotan publik. "Kami datangi mereka untuk mencari tau permasalahan apa yang sebenarnya terjadi, sehingga membuat PDAM menjadi sakit," jelas Suyono, sebagai ketua kelompok I kepada awak media. Dikatakan Suyuno, beberapa masalah yang didiksusikan, diantaranya masalah pipa induk yang menghubungkan jaringan air ke arah Bumi Wonorejo, penanganan air keruh dan pergantian pipa-pipa yang sudah karat. “Kami telah mendengar penjelasan dari pihak PDAM bahwa banyak kehilangan air lantaran instalasi jaringan sudah banyak yang tua, bahkan banyak juga yang sudah rusak. Meski begitu, masalah tetap menjadi tanggungjawab PDAM,” kata Suyono. "Tetap jadi tanggungjawab mereka, tapi kami sebagai DPRD akan membantu mencari solusinya, supaya masalah tersebut bisa diselesaikan," katanya. Selama ini pelayanan air bersih dari PDAM masih mengisahkan masalah karena pipa belum ada. Namun tadi dalam pertemuan pihak PDAM mengakui pipa-pipa sudah ada sehingga dalam waktu dekat pihak PDAM akan mengerjakan semuanya. Terutama menganti pipa-pipa yang sudah karat dan penyambungan pipa induk jaringan air yang masuk ke bagian Wonorejo. Selain itu, persolan air keruh saat hujan,pihak PDAM telah menyampaikan bahwa akan dipasang penyaring air, agar kedepan tidak lagi terjadi air keruh,” aku Suyono. Pada rapat tersebut PDAM sempat meminta bantuan pemerintah. "Namun kita belum ada Perda penambahan modal di PDAM," jelasnya.  "Pokokonya tadi kami sudah ceritakan semuanya, termasuk masalah, dan kerugian yang dialami PDAM saat ini, dan kami tetap terus mencari solusinya" ucap Suyono. (eby)