DPRD Nabire Akan Panggil Pimpinan Telkom dan Telkomsel
NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire akan memanggil pimpinan PT Telkomsel yang membawahi Telkom Nabire dan
Bagikan
NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire akan memanggil pimpinan PT Telkomsel yang membawahi Telkom Nabire dan pimpinan Telkomsel yang menangani pelayanan Telkomsel Kabupaten Nabire untuk meminta keterangan gangguan jaringan yang terasa selama beberapa waktu terakhir ini. Legislatif sebagai wakil rakyat akan meminta penjelasan Telkom dan Telkomsel atas gangguan jaringan telepon di daerah ini. Kesepakatan tersebut sebagai hasil rapat dengar pendapat antara DPRD Nabire, masyarakat peduli jaringan Nabire, PT Telkom, Telkomsel dan pemerintah daerah dengan melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Nabire yang dipimpin Wakil Ketua I, Marci Kegou di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Nabire, Jumat (1/11) sore. DPRD Nabire mengundang PT Telkom, Telkomsel, pemerintah daerah yang dihadiri Sekda Nabire, Daniel Maipon bersama Kepala Dinas Kominfo dan anggota Forkopimda untuk mendengarkan jawaban PT Telkom Nabire dan Telkomsel atas tuntutan warga Nabire yang diatasnamakan oleh warga peduli jaringan. Namun demikian, pimpinan PT Telkom dan Telkomsel yang bisa mengambil kebijakan tidak hadir. Karena, anggota kesal atas ketidakhadiran pimpinan dua pimpinan badan usaha tersebut. Malah, nyaris batal untuk dengar pendapat karena wakil dari PT Telkom dan Telkomsel tidak bisa mengambil kebijakan, hanya pelaksana di lapangan. Oleh sebab itu, Wakil Ketua I, Marci Kegou dan Ketua Komisi A, Udin Mardin meminta Telkomsel dan Telkom harus menghadirkan pimpinan yang bisa mengambil kebijakan. Karena, pelaksana di lapangan percuma karena tidak bisa mengambil kebijakan dan hanya akan menjawab, akan akan diteruskan kepada pimpinan. Sementara anggota lainnya, Agus Rimba meminta sebaiknya mendengarkan pejelasan perwakilan Telkomsel dan PT Telkom yang menghadiri pertemuan tersebut. Marci yang memimpin pertemuan melanjutkan untuk mendengarkan tuntutan masyarakat dan jawaban/keterangan dari Telkomsel dan Telkom. Dalam dengar pendapat tersebut, masyarakat melalui juru bicara Dedi Marwa, Reyn Windesi dan Emanuel Youw mengungkap jaringan data di data di Nabire terganggu karena adanya Wifi.id di Satelit Bumi Besar di Jalan Merdeka dan Indihome di Wonorejo yang diperdagangkan kepada publik. Masyarakat mempertanyakan wifi.id di Stasiun Bumi Besar karena, hanya Nabire punya wifi.id di dalam area vital sebab di daerah lain tidak ada usaha seperti itu. Demikian juga halnya, indihome bukan untuk diperdagangkan seperti yang terjadi di Bumiwonorejo. Karena, indihome untuk kebutuhan terbatas, bukan untuk komersial. Mendengar penjelasan warga, anggota dewan Udin Mardin mempertanyakan, pemilik usaha wifi.id di area Satelit Bumi Besar dan Indihome di Wonorejo. Terungkap, kedua usaha tersebut, wifi.id di Satelit Bumi besar oleh oknum dari PT Telkom dan Indihome di Wonorejo milik keluarganya. Wakil dari Telkom mengatakan jaringan terganggu apabila salah satu tower Telkom antara Biak - Nabire terganggu. Tetapi jawaban ini dibantah oleh warga. Sementara Telkomsel mengatakan pihaknya hanya menangani pelayanan jasa kepada konsumen. Sekda Nabire, Daniel Maipon menyampaikan apresiasi pemerintah daerah kepada dewan yang telah menidaklanjuti aspirasi warga terhadap gangguan jaringan di daerah ini. Karena, masalah terganggunya jaringan Telkom ini tidak hanya dirasakan oleh warga tetapi juga lembaga pemerintah di daerah ini. Karena pemerintah tidak menarik jaringan kabel dari Jakarta langsung masuk kantor tetapi menggunakan jaringan yang sama dengan yang digunakan masyarakat. Oleh sebab itu, Maipon mengingatkan Telkom dan Telkomsel agar jika ada halangan dan gangguan atau rencana apapun dari Telkom dan Telkomsel agar diberitahukan juga kepada pemerintah daerah. Imbauan serupa juga disampaikan Wakil Ketua I DPRD, Marci Kegou agar dengan mengetahui masalah, bisa mencari solusi bersama.(ans)
Bagikan artikel ini



