DPRD Nabire Akan Bentuk Pansus Tindaklanjuti Penolakan DOB
NABIRE – DPRD Nabire melalui Komisi A akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa dalam demo penolakan terhadap Daerah Otonomi Khusus (DOB) di Nabire. Para mahasiswa yang tergabung dalam solidaritas mahasiswa telah melakukan aksi penolakan di Nabire pada Kamis (31/03/2022).

NABIRE – DPRD Nabire melalui Komisi A akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa dalam demo penolakan terhadap Daerah Otonomi Khusus (DOB) di Nabire. Para mahasiswa yang tergabung dalam solidaritas mahasiswa telah melakukan aksi penolakan di Nabire pada Kamis (31/03/2022).
Ketua Komisi A DPRD Nabire, Marcy Kegou mengatakan, pihaknya dalam waktu dekan akan menindak lanjuti aspirasi terdebut. Namun semua akan melalui mekanisme dewan.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Bupati Nabire, untuk mencari solusi agar masyarakat puas dengan aspirasi yang disampaikan melalui DPRD.
“Dalam waktu dekat kami akan bentuk Pansus untuk menindaklanjuti aspirasi penolakan ini,” ujar Kegou usai memantau aksi demi damai, Kamis (31/03/2022).
Sementara itu, Sekretaris Komisi A, Rohedi M. Cahya, mengisahkan bahwa sebelum aksi, pihaknya telah menerima surat dari Polres Nabire yang isinya akan terjadi aksi demo penolakan DOB oleh para mahasiswa.
Namun aparat tidak mengijinkan apalagi para pendemo akan melakukan long mars ke Kantor DPRD Nabire.
“Setelah kami berkoordinasi dengan teman-teman dewan maka kami dari Komisi A menemui mahasiswa di Pasar Karang dan Pasar SP I,” kisah Rohedi.
Di Pasar Karang, kata dia, situasinya berbeda sebab para pendemo bersikeras untuk melakukan long mars guna mengantarkan aspirasinya. Namun permintaan tersebut menemui negosiasi agar hanya keterwakilan yang menyampaikan. Lagi-lagi tidak diterima usulannya. Termasuk di Pasar SP I, namun tidak diterima oleh para pendemo.
Namau pada akhirnya, walaupun ada penolakan namun pendemo bisa menerima usulan setelah aspirasinya diterima. Sehingga salah satu tuntutannya adalah menolak rencana DOB dan mkeminta DPRD membentuk Pansus.
“Jadi kami sudah pastikan bahwa semua aman setelah bubar. Kami juga ke RSUD untuk liat korban salah sasaran oleh pendemo,” pungkas Rohedi. (tian)
Bagikan artikel ini



