NABIRE - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire terus berkomitmen menjalankan program nasional melalui sosialisasi dan edukasi intensif. Fokus utama instansi ini adalah pencegahan stunting dan penanganan kemiskinan ekstrem di wilayah Nabire. Hal ini ditegaskan sebagai langkah nyata dalam mendukung kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

Sekretaris DPPKB Kabupaten Nabire, Jhon Wayar, SIP, menjelaskan program Keluarga Berencana (KB) saat ini mengacu pada konsep keluarga sejahtera dan pra-sejahtera. Pendampingan dilakukan secara berkesinambungan mulai dari usia remaja, calon pengantin hingga ibu melahirkan. Upaya ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan kehidupan berkeluarga mendapat edukasi yang tepat.

Lebih lanjut, Jhon menekankan pengendalian jumlah penduduk bukan berarti membatasi kelahiran secara kaku, melainkan memastikan terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera. Kriteria tersebut mencakup kepemilikan rumah layak huni, akses MCK yang memadai, air minum bersih serta pemenuhan gizi yang bervariasi dan seimbang dalam konsumsi harian keluarga.

Program-program strategis ini ditargetkan menjangkau 15 distrik di Kabupaten Nabire. Namun, prioritas utama diberikan kepada 8 distrik terdekat yang saat ini masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. Fokus pada wilayah ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses informasi dan layanan kesehatan bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Terkait dukungan anggaran, DPPKB berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dana Alokasi Umum (DAU) sebagai pendamping Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat. 

Mengingat DAK memiliki aturan penggunaan yang ketat dari Jakarta, dukungan APBD sangat krusial untuk menunjang operasional program-program di lapangan agar tetap berjalan optimal.

Menutup keterangannya, Jhon Wayar mengingatkan penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama. "Stunting bukan tugas DPPKB saja, melainkan melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) dan OPD terkait lainnya," pungkasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/01/2026). Sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan program nasional ini di Kabupaten Nabire.(sam)