NABIRE - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan lima program utama yang akan dilaksanakan pada tahun 2025. Hal ini disampaikan Kepala DPMTSP Provinsi Papua Tengah, Ir. Syahrial, M.M, diwakili Sub Bagian Umum, Yustan Hok, S.Hut, saat ditemui awak media Papuapos Nabire di ruang kerjanya, Jumat (21/02/2025).

Program-program tersebut meliputi, Bimbingan Teknis (Bimtek_ kepada pelaku usaha. Program ini akan dilaksanakan di empat lokasi, yaitu Deiyai, Nabire, Timika dan Intan Jaya. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan pelaku usaha dalam berbagai aspek, termasuk perizinan, pengelolaan keuangan dan pemasaran.

Pelaksanaan kegiatan rutin. DPMTSP akan terus menjalankan kegiatan rutin seperti pelayanan perizinan, pengawasan penanaman modal dan fasilitasi investasi.

Pengawasan penanaman modal. Jelasnya, pengawasan ini untuk memastikan bahwa kegiatan penanaman modal berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta daerah.

Berikutnya, penyediaan pelayanan perizinan berusaha melalui sistem perizinan berusaha berbasis risiko terintegrasi secara elektronik. Sistem ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses perizinan berusaha.

Penetapan kebijakan daerah dalam pemberian fasilitasi atau insentif dan kemudahan penanaman modal. Kebijakan ini, katanya, akan memberikan kepastian dan bagi investor yang ingin berinvestasi di Papua Tengah.

Yustan Hok menjelaskan, pelaksanaan program-program tersebut akan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing daerah. “Kalau Nabire dan Timika ya mudah saja dibanding dengan Deiyai dan Intan Jaya,” ujarnya seraya mengatakan, Deiyai yang harus mencari waktu yang tepat.

Terkait target capaian program, Yustan Hok mengatakan, pihaknya akan berusaha. “Kalau untuk target kami tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya, sambil melihat perkembangan,” ujarnya.

Yustan Hok menambahkan, DPMTSP akan terus berupaya untuk meningkatkan sosialisasi dan komunikasi dengan pelaku usaha, sehingga program-program yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.(sam)