DPMPTSP Papua Tengah Akan Gelar Pelatihan Pembuatan Ijin dan Laporan Hasil Secara Online
NABIRE – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Tengah dalam waktu dekat akan menggelar pelatihan pembuatan ijin dan laporan hasil secara online. Pelatihan ini menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) pada dinas terkait. Dengan tujuan agar ASN baik di 8 kabupaten maupun di tingkat provinsi bisa menjalankan Tupoksinya dengan lebih baik.

NABIRE – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Tengah dalam waktu dekat akan menggelar pelatihan pembuatan ijin dan laporan hasil secara online. Pelatihan ini menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) pada dinas terkait. Dengan tujuan agar ASN baik di 8 kabupaten maupun di tingkat provinsi bisa menjalankan Tupoksinya dengan lebih baik.
Dikatakan Kasubag Umum DPMPTSP Papua Tengah, Yustan HOK S.Hut, Senin (23/10/23), pelatihan dilakukan untuk penguatan bagi ASN. Agar para ASN bisa menjelaskan kepada para pelaku usaha dengan lebih baik dan lebih mudah.
“Kita berasal dari latar belakang yang beragam, jadi tidak semua berasal dari PTSP saja latar belakang pekerjaannya. Jadi untuk yang itu kita memperkuat dalam segi pelayanan yang dimaksud Online Single Submission (OSS) itu yang kami pakai sampai saat ini jadi itu dulu sehingga pelayanan kami bisa maksimal,” ujar Yustan.
Kata dia, pemberitahuan yang dilakukan sekarang dari DPMPTSP Papua Tengah lebih cepat. Ketika pemberitahuan lebih cepat, otomatis dari para pelaku usaha belajar melihat tutorialnya lebih mudah. Sehingga para pelaku usaha sudah gampang dalam pendaftaran secara online.
“Kalau misalkan mereka lebih cepat mengetahui dari tutorial dari online atau melalui YouTube cara kinerja pendaftaran maka akan cepat terealisasi,” tuturnya.
Kata Yustan, kita melihat beragam latar belakang dari para pengusaha. Ada sebagian yang pengetahuan soal teknologi (IT) masih kurang. Sehingga ke depan ketika ASN di DPMPTSP sudah kuat, maka tujuannya membantu pengusaha-pengusaha yang tidak memahami IT.
“Kita bisa back up mereka membantu pengurusan ijin. Bahkan ke depannya kami rencanakan kalau tidak mempunyai alat seperti computer, kami sediakan di kantor. Mereka datang hanya dengan membawa berkas, kami bantu semaksimal yang kami bisa,” ujarnya.
Namun, lanjut Yustan, dengan banyaknya pengguna maka sepertinya jaringan harus ditingkatkan. Dirinya berharap tahun-tahun mendatang jaringan harus lebih kuat dan mendukung. (feb)
Bagikan artikel ini



