DPMK Salurkan PMT kepada 132 Posyandu se Nabire
NABIRE - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire, menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 132 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang ada di Kabupaten Nabire. Kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan kemasyarakatan, desa atau kelurahan, khususnya bagi kader Posyandu dalam penanganan kasus stunting di Kabupaten Nabire.

NABIRE - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire, menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 132 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang ada di Kabupaten Nabire. Kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan kemasyarakatan, desa atau kelurahan, khususnya bagi kader Posyandu dalam penanganan kasus stunting di Kabupaten Nabire.
"Kegiatan ini dihadiri oleh para kader kesehatan Posyandu, berjumlah 668 kader dari 132 Posyandu dan tenaga kesehatan pendamping dari 32 Puskesmas di Kabupaten Nabire," kata Fransiskus Magai, S.SIP, diwakili Yoga Triyatmoko, SE, selaku ketua panitia, dalam sambutannya di Aula Kristus Sahabat Kita (KSK) Bukit Meriam, Selasa (10/09/2024).
Moko menyampaikan, tujuan penyelenggaraan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan semangat kerja. Pengurus dan kader dalam upaya optimalisasi pelaksanaan kegiatan di Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa yang memberikan pelayanan kesehatan dasar guna ikut meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya membantu mengurangi jumlah penderita stunting di Nabire.
"Kegiatan penyelenggaraan ini bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nabire," ucap Moko.
Hal ini senada dengan Kepala DPMK, Filemon Madai yang diwakili Fransiskus Magai. Peningkatan kapasitas kelembagaan, lembaga kemasyarakatan desa atau kelurahan khususnya bagi kader Posyandu dalam penanganan kasus stunting.
Fransiskus Magai dalam pemaparnya, Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber dari masyarakat, yang dikelola dan diselenggarakan oleh masyarakat. Posyandu sangat tergantung pada komitmen pemerintah daerah setempat.
Lanjutnya, kemampuan dan pengetahuan dari Kader Posyandu perlu ditingkatkan, karena merekalah ujung tombak di lembaga kemasyarakatan desa yang memberikan pelayanan kesehatan dasar. Pada Posyandu deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan di masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil.
"Kami dari DPMK Kabupaten Nabire, melalui program yang sudah direncanakan memberikan bantuan PMT yang akan didistribusikan melalui Posyandu-posyandu yang ada di Kabupaten Nabire," ujarnya. Sesuai kegiatan ini memberi kontribusi dalam penanganan kasus stunting.
Kemudian Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos.,M.Si, diwakili oleh Asisten I Setda Nabire, La Halim, S.Sos mengatakan, stunting satu tantangan besar yang harus dihadapi, demi masa depan generasi penerus. Anak-anak yang terkena dampak stunting akan mengalami gangguan pertumbuhan fisik maupun kognitif anak.
Ia juga menyampaikan, stunting merupakan salah salah satu masalah kesehatan yang serius dan memerlukan perhatian khusus. "Penanganan stunting harus menjadi prioritas utama kita bersama," ucapnya.
Pemerintahan Kabupaten Nabire sangat menyadari betapa pentingnya upaya pencegahan dan penanganan stunting secara holistik dan berkesinambungan. "Saya mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini," ujarnya.
Dirinya berharap seluruh peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih mendalam terkait penanganan kasus stunting serta dapat mengimplementasikanya di lingkungan masing-masing.
"Saya juga berharap ada sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga kemasyarakatan, masyarakat dalam mencegah dan mengurangi angka stunting di Kabupaten Nabire," tandasnya.
Dirinya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan ini, sekaligus membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh DPMK Nabire.
Dalam kegiatan ini dihadiri Bupati Nabire yang diwakili Asisten I Setda Nabire, Kepala Dinas Kesehatan Nabire, Kepala Puskesmas sekabupaten Nabire, para Kader Posyandu sekabupaten Nabire.(sam)
Bagikan artikel ini



