NABIRE - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire, Pilemon Madai, S.Th., M.Th., secara resmi menutup kegiatan Fasilitasi Peningkatan Kader Posyandu dalam Penanganan Stunting di Aula RRI Nabire pada Rabu, (19/11/2025). 

Kegiatan yang dihadiri oleh kader Posyandu tingkat kelurahan ini menitikberatkan pada intervensi gizi sebagai kunci utama penanggulangan stunting, khususnya bagi ibu hamil dan Balita.

Dalam sambutannya, Pilemon Madai menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran sangat penting dan bermanfaat karena menyangkut kemanusiaan, yaitu ‘memanusiakan manusia lain’ dan menjaga kesehatan tubuh. 

Ia menyoroti bahwa masalah gizi buruk dan malnutrisi adalah akar penyebab stunting yang mengakibatkan manusia tidak berkembang secara optimal, sehingga pemerintah dari pusat hingga kampung wajib berperan aktif.

Madai menjabarkan bahwa peran pemerintah meliputi kebijakan yang terstruktur, intervensi gizi bagi ibu hamil, remaja putri dan Balita serta peningkatan infrastruktur dasar seperti sanitasi dan air bersih. Selain itu, pemerintah juga bertugas memperkuat peran badan kesehatan, memastikan ketersediaan makanan tambahan dan suplemen serta memfasilitasi kerja sama lintas sektor agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, Kabupaten Nabire, meskipun belum diketahui angka pastinya, memiliki kasus stunting yang cukup banyak, sehingga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, semua pihak diharapkan mengambil bagian untuk menurunkan angka stunting tersebut. Realitas inilah yang mendorong DPMK melibatkan ibu-ibu dari masyarakat kampung dalam jumlah besar untuk mengikuti kegiatan pelatihan ini.

Para peserta, yang didominasi ibu-ibu, telah mengikuti serangkaian pelajaran dari narasumber sejak pagi hari. Kepala DPMK mengaku mendapatkan banyak hal baru dan menegaskan bahwa kunci pencegahan salah satunya adalah dengan mengatur pola makan yang baik. Pelatihan ini ditutup dengan sesi praktik pengolahan bahan makanan yang belum diolah menjadi makanan bergizi.

Madai menekankan bahwa bahan makanan mentah yang diserahkan kepada kader Posyandu ini harus segera diolah dan diberikan kepada ibu hamil dan anak-anak Balita. 

Pencegahan stunting, lanjutnya, harus dimulai sejak fase pra-remaja. Pemberian makanan bergizi kepada remaja putri bertujuan agar mereka dapat menjaga kesehatan reproduksi, sehingga kelak dapat melahirkan bayi yang sehat dan terhindar dari gizi buruk atau penyakit seperti cacingan.

Pada kesempatan itu, Pilemon Madai menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara, dan kepada narasumber yang telah meluangkan waktu memberikan materi yang sangat berharga. Ia juga secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam kepada para kader posyandu.

“Ibu-ibu ini bekerja tanpa istirahat, melayani anak-anak, suami dan orang lain. Ini pekerjaan luar biasa,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa meskipun pekerjaan sebagai ibu dan kader seringkali dilakukan ‘tanpa upah’, Tuhan yang Maha Kuasa pasti akan membalas dan melipatgandakan segala kebaikan dan upaya yang telah dilaksanakan.

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa, Kepala DPMK Nabire, Pilemon Madai, pada pukul 13.45 WIT, secara resmi menutup kegiatan fasilitasi kader Posyandu untuk mengurangi stunting dan memberikan makanan bergizi, seraya berharap Tuhan akan memberkati semua upaya tersebut.(sam)