NABIRE – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire berkomitmen untuk mengawal percepatan penyaluran dana desa tahap I bagi seluruh kampung di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis agar seluruh administrasi dan syarat teknis dapat terpenuhi tepat waktu, tanpa mengesampingkan regulasi yang berlaku meski terdapat kendala pada status klasifikasi kampung.

Tenaga Ahli DPMK Kabupaten Nabire, Ari Yakadewa, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/07/2026), menjelaskan pihaknya memetakan kondisi kampung yang saat ini masih menyandang status sangat tertinggal. “Jadi dalam posisi status SDM kami memang masih tertinggal, sangat tertinggal, berkembang, maju cuma satu, yaitu Kampung Kalismen,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ari menegaskan dinas tidak memberikan perlakuan khusus atau mempermudah syarat penyaluran bagi kampung yang tertinggal. Pihaknya tetap berpegang teguh pada aturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat demi menjaga akuntabilitas pengelolaan dana desa di setiap wilayah.

“Langkah yang diambil oleh pemerintah dinas dalam hal ini, dinas pemberdayaan masyarakat, didampingi oleh pendamping desa, kami tetap melakukan sesuai dengan regulasi. Aturan itu adalah dasar di mana kami berpijak untuk tahun ini, PMK nomor 7, bahkan Permendes 16, untuk menjadi acuan untuk kami mendampingi kampung,” jelas Ari.

Ia menambahkan, meskipun terdapat perbedaan tantangan pada kualitas sumber daya manusia di tingkat kampung, setiap desa tetap diperlakukan setara dalam proses pemenuhan syarat penyaluran. 

Menurutnya, status tertinggal tidak menjadi alasan untuk mengabaikan regulasi, melainkan menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk lebih intensif memberikan asistensi.

“Sehingga kampung yang sekalipun dia tertinggal dalam ini, mungkin baik SDM-nya, tapi di sini tidak ada bahwa karena dia tertinggal terus prosesnya dipermudah untuk bisa cair cepat, tidak. Semua diperlakukan sama. Kita ikut pada regulasi, fungsinya pendamping dalam pendampingan itu mereka hadir untuk membantu pemerintah kampung dan berdayakan mereka sehingga proses itu bisa berjalan,” pungkasnya. (sam)