NABIRE - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire mengadakan program fasilitasi pengembangan usaha ekonomi masyarakat dan pemerintah desa tahun anggaran 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peternak lokal dalam mengelola usaha, khususnya peternakan babi.

Program ini didanai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) 2025 yang dikhususkan untuk Orang Asli Papua (OAP). Bantuan yang diberikan berupa satu paket lengkap mesin pengolah pakan ternak. Secara keseluruhan, ada delapan unit mesin penggiling dan enam belas unit mesin penghancur yang akan didistribusikan kepada 8 kelompok ternak, total 50 orang, dari lima distrik dan tujuh kampung di Nabire.

Menurut Maikel Tebay, Kepala Bidang Kemasyarakatan Kampung DPMK, bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas peternakan dan menghasilkan ternak yang sehat dengan nilai jual tinggi. "Ternak yang sehat memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian keluarga," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris DPMK Fransiskus Magai menekankan pentingnya sinergi antara produksi, pemasaran dan badan usaha di tingkat desa. 

Ia juga berharap bantuan yang diberikan kali ini dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak seperti bantuan sebelumnya yang sering kali tidak terpakai.

Fransiskus Magai berpesan kepada para peserta agar terus belajar dan berani bersaing. "Kita harus berani bersaing. Potensi yang ada harus kita angkat, jangan jadi penonton," tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi DPMK untuk terus memberikan bantuan serupa di tahun-tahun mendatang. DPMK berharap bantuan ini dapat mendorong masyarakat, khususnya OAP, untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan bersama.(sam)