NABIRE - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Nabire menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang dipusatkan di Aula Maranatha pada Sabtu (16/5/2026). Agenda strategis ini dilaksanakan sebagai langkah nyata partai dalam memperkuat konsolidasi internal organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Langkah masif tersebut diambil guna memastikan kesiapan dan soliditas seluruh elemen partai menjelang kontestasi politik pada Pemilu 2029 mendatang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nabire, Nancy Worabay menegaskan pelaksanaan Musancab ini merupakan implementasi langsung dari Peraturan Partai DPP Nomor 1 Tahun 2025. Regulasi internal tersebut lahir dari keputusan kongres partai di Bali yang secara khusus memfokuskan pada pemisahan sekaligus penguatan langkah konsolidasi secara menyeluruh. Dengan aturan baru ini, arah pergerakan struktur partai diharapkan menjadi lebih terukur dan sistematis.

Sosok yang akrab disapa “Megawatinya Papua Tengah” ini menjelaskan regulasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 pada 2 Januari lalu. 

Ia menekankan bahwa pergerakan partai tidak boleh mandek di tingkat pusat atau wilayah atas saja. Sebaliknya, gairah dan roda organisasi harus bergerak aktif menyentuh seluruh lapisan kader terbawah di tingkat distrik hingga kampung.

Proses penguatan struktur partai ini sejatinya telah berjalan secara bertahap sejak Agustus 2025 yang dimulai dari tingkat DPP, kemudian dilanjutkan ke tingkat DPD pada Februari 2026. 

Melalui momentum Musancab kali ini, fokus utama dialihkan pada penguatan lini dasar serta pelantikan resmi pengurus di tingkat cabang. Pola penguatan berjenjang ini diharapkan mampu menciptakan struktur organisasi yang kokoh dari atas hingga ke bawah.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua DPD dijadwalkan melantik kepengurusan anak cabang yang tersebar di 15 distrik di wilayah Kabupaten Nabire. Kehadiran pengurus baru di belasan distrik ini memegang peranan krusial bagi masa depan partai. Mereka diharapkan mampu menjadi mesin penggerak partai yang solid, responsif dan adaptif terhadap berbagai dinamika politik lokal yang berkembang di masyarakat.

Nancy juga mengingatkan, tanggung jawab menjaga eksistensi partai berada di pundak seluruh elemen, bukan hanya anggota legislatif atau pengurus inti semata. 

Menurutnya, kejayaan partai tidak bisa dibangun oleh segelintir orang. Loyalitas dan komitmen kolektif dari seluruh kader adalah kunci utama bagi keberlanjutan perjuangan politik PDI Perjuangan, khususnya di wilayah Papua Tengah.

Lebih lanjut, ia memaparkan dinamika sebagai kader partai menuntut kesiapan mental dan fisik yang prima karena aktivitas organisasi berjalan padat setiap hari. Oleh karena itu, proses kaderisasi dan koordinasi berkala menjadi hal yang wajib dilakukan. Baik yang digelar tatap muka maupun daring, seluruh giat tersebut menjadi sarana penting dalam pendidikan politik bagi para kader. 

Mengakhiri penyampaiannya, Nancy memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ketua DPD, jajaran pengurus serta Bupati Nabire atas dukungan moral maupun materiil yang diberikan selama ini. Salah satu bentuk dukungan nyata yang sangat disyukuri oleh keluarga besar PDI Perjuangan Nabire adalah penyediaan lahan untuk pembangunan kantor definitif partai ke depan, yang akan menjadi pusat pergerakan kader di masa mendatang. (amd)