NABIRE - Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire resmi menggelar pelatihan pembuatan bakso dengan bahan baku inovatif sari buah merah bagi masyarakat setempat, bertempat di Aula Panti Asuhan Putri Mandiri, Jalan Merdeka, Kamis (8/10/2026).

Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Yohanes Aris Pakombong, SE., M.Si., menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk membekali para peserta agar mampu merintis dan mengembangkan usaha mandiri.

“Diharapkan dengan pelatihan pembuatan bakso sari buah merah ini, para peserta dapat berusaha untuk membuat bakso sari buah merah, sehingga lewat usaha ini akan meningkatkan atau menghasilkan pendapatan keluarga dari skala kecil sampai kepada skala yang besar,” ujar Yohanes saat menyampaikan sambutannya.

Ia juga menambahkan pemerintah daerah siap memberikan dukungan lanjutan apabila skala usaha para peserta berkembang pesat di kemudian hari.

“Kalau sudah besar, itu nanti Dinas Perindustrian akan programkan untuk beli alat mesin yang lebih besar lagi yang kapasitasnya lebih banyak untuk menghasilkan bakso ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yohanes mengimbau para peserta agar tidak hanya berhenti pada tahap produksi bakso saja, melainkan berani mengembangkan inovasi bisnis yang lebih luas.

“Dan berikut itu, ya kalau bisa tidak hanya buat bakso sari buah merah, kalau bisa buat warung lagi! Punya inovasi terbarulah, inovasi baru,” tuturnya menyemangati.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan (IKHH) Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Yohana Martini, menjelaskan kegiatan ini selaras dengan tugas pokok dan fungsi instansinya dalam mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah.

“Sesuai dengan Tupoksi bidang IKHH, yaitu dalam memberikan pembinaan, tapi juga sosialisasi kepada masyarakat, terutama dalam pengolahan pangan yang berasal dari komoditi lokal. Nabire termasuk memiliki komoditi unggulan yaitu buah merah, sehingga pada kesempatan ini kami melalui Dinas Perindustrian melakukan pelatihan bagaimana membuat bakso yang berbahan baku sari buah merah,” jelas Yohana.

Ia merinci pelatihan yang menargetkan sebanyak 20 orang peserta dari pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) ini dirancang berlangsung selama dua hari, mulai Kamis hingga Jumat besok.

Selain membekali keterampilan teknis, pihak dinas juga berkomitmen untuk mendampingi para peserta dengan menyerahkan sejumlah fasilitas penunjang kerja.

“Selain melatih, kami juga akan membantu para peserta dengan memberikan peralatan pendukung yang nantinya mereka akan gunakan sebagai alat pendukung dalam melakukan kerja-kerja ke depan,” ungkap Yohana.

Menutup rangkaian kegiatan, Yohana berharap program ini dapat melahirkan wirausahawan baru yang mampu mendongkrak kesejahteraan keluarga sekaligus mempromosikan produk pangan sehat berbahan dasar lokal yang kaya khasiat bagi kesehatan masyarakat. (sam)