Dogiyai Tidak Mau Wilayah Berkurang Perhatikan Suksel
NABIRE - Jika pemerintah kabupaten (Pemkab) Dogiyai tidak mau kekurangan luasan cakupan wilayah dan sebagian penduduk, Dogiyai diimbau agar memperhatikan pelayanan pemerintahan dan jangkauan komunikasi berupa transportasi udara, subsidi angkutan udara ke Distrik Sukikai Selatan (Suksel). Sebab jika Pemkab Dogiyai membiarkan Distrik Suksel seperti daerah terlantar dari perhatian dan pelayanan pemerintah, masyarakarat menilai lebih bergabung ke Kabupaten Mimika, karena lebih dekat ke Timika lewat laut.
NABIRE - Jika pemerintah kabupaten (Pemkab) Dogiyai tidak mau kekurangan luasan cakupan wilayah dan sebagian penduduk, Dogiyai diimbau agar memperhatikan pelayanan pemerintahan dan jangkauan komunikasi berupa transportasi udara, subsidi angkutan udara ke Distrik Sukikai Selatan (Suksel). Sebab jika Pemkab Dogiyai membiarkan Distrik Suksel seperti daerah terlantar dari perhatian dan pelayanan pemerintah, masyarakarat menilai lebih bergabung ke Kabupaten Mimika, karena lebih dekat ke Timika lewat laut.
Tokoh masyarakat Sukikai Selatan, Nolbertus Semu dari Unito, ibukota Distrik Suksel beberapa waktu lalu mengatakan kalau pemerintah tidak serius dengan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat di Sukikai Selatan lebih baik pindah ke Kabupaten Mimika, pisah dari Kabupaten Dogiyai.
Nolbertus Semu menilai, selama ini pemerintah kurang memperhatikan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan. Petugas jarang ke tempat tugas, juga tidak ada monitoring dan pengawasan secara langsung, mendatangi sekolah dan Puskesmas. Dinas tidak sekedar terima laporan baik-baik saja di kantor tetapi cek langsung ke lapangan.
Nol panggilan akrabnya ini menambahkan, pelayanan subsidi angkutan yang disediakan Pemkab Dogiyai juga tidak lancar jadi menyulitkan pelayanan kepada masyarakat. Kalaupun ada, waktu pelayanan tidak pasti.
Ia memuji subsidi angkutan yang diterobos mendiang Bupati Thomas Tigi. Karena, subsidi angkutan terjadwal sesuai lapangan terbang perintis di Distrik Piyaiye dan Sukikai Selatan. Saat itu kontrak jelas dengan pihak punya pesawat.
Tokoh masyarakat ini meragukan subsidi angkutan dari Pemkab Dogiyai tahun lalu. Karena pelayanan tidak pasti, dengan pihak maskapai siapa juga kabur.
Oleh sebab itu, kini masyarakat Sukikai Selatan dan Piyaiye sedang menanti janji Pj Bupati Dogoyai, Petrus Agapa dari Unito saat ikut penerbangan subsidi angkutan tahun lalu bahwa subsidi angkutan akan dilanjutkan pada tahun 2024 nanti.
Dengan nada kesal, Nol Semu mengatakan kalau ditelantarkan terus begini, lebih baik pindah dan bergabung dengan Kabupaten Mimika.(ans)
Bagikan artikel ini



