Dogiyai, Ada Upaya Amankan Non Papua di Wilayah Kosong ?
NABIRE – Pengangkatan belasan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari non Papua dinilai ada upaya pemerintah Kabuaten Dogiyai, untuk me
Bagikan
NABIRE – Pengangkatan belasan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari non Papua dinilai ada upaya pemerintah Kabuaten Dogiyai, untuk menyelamatkan belasan orang non Papua dengan menempatkan di wilayah kosong yakni di Puskesmas dan sekolah siluman. Karena, sebagian besar CPNS yang ditempatkan di SD dan Puskesmas Siluman adalah orang non Papua. Tokoh Intelektual Sukikai Selatan, Thobias F. Bunapa saat dimintai tanggapan terhadap SMP Negeri Unito dan SD Negeri Wigoumakida dan SD negeri lain di Distrik Sukikai Selatan, di Nabire, Minggu (9/8) menilai sebagai upaya Bupati Dogiyai, Yakubus Dumupa bersama pihak terkait seperti Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Dogiyai untuk mengangkat orang non Papua di tempat kosong, ke Sukikai Selatan untuk menguasai Sukikai Selatan. Menurutnya, ini hanya sebagai strategi Bupati dan BKD untuk ‘menyelamatkan’ kepentingan yang patut dipertanyakan, ada apa mengangkat orang dengan menempatkannya di tempat siluman. Karena, sebagian besar orang non Papua yang ditempatkan di SD dan Puskesmas siluman berasal dari orang luar Papua (non Papua). Sedikitnya, 9 tenaga guru yang diangkat di SMP Negeri Mapia Timur (sekolah siluman), semuanya dari non Papua. Demikian juga dengan 6 tenaga guru di SMP Negeri Unito (sekolah siluman) juga dari non Papua. Ini belum termasuk 3 guru yang ditempatkan di SD Negeri Apgomakida, SD Negeri Modio dan SD Negeri Timepada (3 sekolah siluman) juga non Papua. SD Siluman seperti SD Negeri Wigoumakida, Distrik Sukikai Selatan, seorang guru dari luar Papua dan satu orang putera daerah tetapi sebelumnya honor di SD dekat Wigoumakida yang dibuka oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaimana, Papua Barat.(ans)
Bagikan artikel ini



