NABIRE - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DMPK) Kabupaten Nabire terus mendorong setiap kampung di wilayahnya untuk memprogramkan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan kemandirian pangan di tingkat kampung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Meskipun program ketahanan pangan merupakan program pusat dengan alokasi anggaran 20 persen, DMPK Nabire dengan menyarankan setiap kampung untuk menganggarkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK) untuk program ketahanan pangan.

“Kami tidak hanya mendukung program dari pusat, tetapi juga mendorong setiap kampung untuk memiliki program ketahanan pangan sendiri yang disesuaikan dengan potensi dan kearifan lokal masing-masing," ujar Kepala DPMK Nabire, Pelimon Madai, S.Th.,M.Th, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/02/2025).

DMPK Nabire menekankan pentingnya penggunaan kearifan lokal dalam program ketahanan pangan. Hal ini berarti bahwa setiap kampung harus memanfaatkan sumber daya alam dan pengetahuan tradisional yang ada untuk menghasilkan pangan yang cukup dan berkelanjutan.

“Kearifan lokal adalah kekuatan kita. Dengan memanfaatkan sumber daya alam dan pengetahuan tradisional, kita bisa menciptakan sistem pangan yang kuat dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Untuk mendukung program ketahanan pangan, DMPK Nabire mendorong pembentukan kelompok tani di setiap kampung. Kelompok tani ini akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk belajar dan bekerja sama dalam mengembangkan pertanian dan produksi pangan.

“Kelompok tani adalah ujung tombak program ketahanan pangan. Dengan berkelompok, masyarakat bisa lebih mudah mengakses informasi, teknologi, dan sumber daya lainnya,” kata Pelimon.

DMPK Nabire hanya memantau penggunaan APBK kampung untuk memastikan bahwa alokasi anggaran untuk program ketahanan pangan digunakan secara efektif dan efisien.

“Kami memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program ketahanan pangan di kampung-kampung. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program ini berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” tutupnya.(sam)