NABIRE - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk menjalankan 12 program prioritas. Hal ini disampaikan Ketua DMI Provinsi Papua Tengah, H. Azis Baharuddin, S.Kom, dalam sambutannya di Gedung Islamic Center, Selasa (9/9/2025). 

Menurutnya, dengan Nabire sebagai ibu kota provinsi, DMI Papua Tengah siap menjadi garda terdepan dalam menjalankan program-program tersebut.

Haji Azis menjelaskan bahwa 12 program tersebut akan dilaksanakan secara terstruktur, mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah, cabang dan ranting. 

"Kita akan melaksanakan program yang sama. Selama ini kami memimpin DMI di Kabupaten Nabire dari tahun 2015 hingga 2025," ujarnya. Salah satu program yang paling diutamakan adalah pembentukan kepengurusan cabang di seluruh wilayah.

Menurutnya, pembentukan kepengurusan cabang merupakan program andalan yang ditetapkan langsung oleh DMI pusat. "Ini perlu dilaksanakan secara keseluruhan di DMI, baik di wilayah, daerah, cabang maupun ranting," tegasnya. 

Program ini dinilai krusial untuk memastikan setiap wilayah di Papua Tengah memiliki struktur kepengurusan yang solid dan terorganisir.

Selain itu, ia juga menyinggung beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh DMI Kabupaten Nabire. "Sejak tahun 2015, DMI Kabupaten Nabire melaksanakan kegiatan Pekan Muharram," kata H. Azis. 

Ditambahkannya, DMI memiliki tanggal lahir, yaitu 22 Juli setiap tahun, namun perayaannya terkadang terkendala masalah anggaran.

"Insyaallah setelah terbentuknya DMI Kabupaten Nabire bersama-sama dengan DMI Provinsi Papua Tengah, kita akan selalu bekerja sama untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan umat Islam," ungkap H. Azis. 

Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat antara DMI provinsi dan kabupaten dalam menggerakkan program-program keumatan.

DMI Papua Tengah akan berfokus pada delapan kabupaten kota yang ada di provinsi ini. Dengan posisi Nabire sebagai ibu kota, kegiatan dan program yang dicanangkan DMI provinsi akan menjadi percontohan bagi kabupaten-kabupaten lainnya.

Tujuan utama dari seluruh program ini adalah untuk memakmurkan masjid dan memberdayakan umat. "12 program khusus ini akan menjadi panduan kita sebagai pengurus DMI untuk bekerja lebih efektif," katanya, seraya menambahkan, DMI Papua Tengah bisa menjadi motor penggerak kebaikan bagi seluruh umat Muslim di wilayah tersebut.

Dengan visi dan misi yang jelas, H. Azis Baharuddin optimis bahwa DMI Papua Tengah akan mampu menjalankan peran strategisnya sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam memajukan peradaban umat Islam, khususnya di tanah Papua. Langkah-langkah strategis akan terus dirumuskan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.(sam)